Rabu, 13 Mei 2015
==TEMAN MU ADA 3 TYPE==
1. Teman Yang Hanya Memanfaatkanmu
Yaitu Dia mau berteman denganmu selama dia bisa mendapat manfaat dari hartamu dan, kedudukanmu atau selain itu.
Apabila telah terputus manfaat darimu, ia akan jadi musuhmu, tidak lagi mengenalmu dan engkau juga tidak mengenalnya.
Betapa Banyaknya Teman Type Seperti Ini.
Dan Betapa Banyaknya Orang Orang Yang Mencela (Pembagian) Sedekah
{ومنهم من يلزمك في الصدقات فان اعطوا منها رضوا وان لم يعطوا منها اذا هم يسخطون}
“Dan diantara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat, jika mereka di beri sebagian darinya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak di beri sebagian darinya, dengan serta merta mereka marah.”
Qs:At Taubah:58
Teman dekatmu yang menurutmu dia adalah orang yang paling mulia di sisimu dan engkau adalah orang yang paling mulia di sisinya, suatu hari ia berkata kepadamu:
“Berikan kitabmu aku akan membacanya,”
Maka engkau katakan kepadanya:
2 KAKEK YANG MENCURI PERHATIAN
Tak sembab hari itupun tak berterik sengat tak pula hujan, hanya sebatas teduh
Teduh yang menatap badan sehingga beruap keringat mengucur badan.
Aktivitas seperti adanya, tercatat dan tersusun setiap harinya.
Tak hanya senin sampai sabtupun, tetap saja rencana terpadu rata.
Hanya saja…
Jum’at, 01 April 2015 itulah hari tatkala2 Kakek Yang Mencuri Perhatianku.
Kakek yang berbeda wisma (ruangan), salah satu dari kedua kakek itu adalah dari wismaku wisma dahlia.
Teduh yang menatap badan sehingga beruap keringat mengucur badan.
Aktivitas seperti adanya, tercatat dan tersusun setiap harinya.
Tak hanya senin sampai sabtupun, tetap saja rencana terpadu rata.
Hanya saja…
Jum’at, 01 April 2015 itulah hari tatkala2 Kakek Yang Mencuri Perhatianku.
Kakek yang berbeda wisma (ruangan), salah satu dari kedua kakek itu adalah dari wismaku wisma dahlia.
Senin, 13 April 2015
Adikku… Hidup di Dunia Hanyalah Sementara
Adikku… Hidup di Dunia Hanyalah Sementara
Kecil, dimanja. Muda, foya-foya.Tua,kaya raya. Mati,masuk surga.
Inilah bahan candaan anak muda saat ini. Mungkin ini cuma bercanda. Namun, kadang juga ada yang punya prinsip hidup seperti ini. Begitu pula dengan seorang adik. Seorang adik dinasehati, “Dek, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.” Entah mengejek atau sekedar guyonan, dia menjawab, “Justru itu kak, kita manfaatkan hidup di dunia sekarang dengan foya-foya.”
Sungguh adik yang satu ini jauh dari agama. Hidayah memang di tangan Allah. Namun nasehat haruslah terus disampaikan karena dialah adik satu-satunya yang setiap kakak pasti menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia pun telah mendapatkan kebaikan.
Kecil, dimanja. Muda, foya-foya.Tua,kaya raya. Mati,masuk surga.
Inilah bahan candaan anak muda saat ini. Mungkin ini cuma bercanda. Namun, kadang juga ada yang punya prinsip hidup seperti ini. Begitu pula dengan seorang adik. Seorang adik dinasehati, “Dek, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.” Entah mengejek atau sekedar guyonan, dia menjawab, “Justru itu kak, kita manfaatkan hidup di dunia sekarang dengan foya-foya.”
Sungguh adik yang satu ini jauh dari agama. Hidayah memang di tangan Allah. Namun nasehat haruslah terus disampaikan karena dialah adik satu-satunya yang setiap kakak pasti menginginkan kebaikan bagi saudaranya sebagaimana dia pun telah mendapatkan kebaikan.
Jumat, 03 April 2015
UNTUK SEMUA ANAK BANGSA
Ketika
saya ada di rumah, kadang-kadang saya melihat beberapa acara TV. Ada
yang aneh di beberapa acara; tak lucu tapi kok banyak yang tertawa, tak
berbobot tapi kok banyak bertepuk tangan. Iseng saya tanya ke
teman-teman yang bekerja di TV. Jawabnya adalah bahwa semua itu sesuai
pesanan, diatur sebelumnya, dan mereka dibayar.
Luar biasa ya di negeri ini. Tepuk tangan saja bisa jadi bisnis. Inilah negeri makmur luar biasa, tertawa saja bisa menghasilkan uang. Tapi kalau tertawa dan tersenyum itu diatur sesuai dengan pesanan dan dibayar sesuai dengan kesepakatan, saya khawatir negeri ini kehilangan kejujuran dan keikhlasan.
O ya, tepuk tangan bisa juga jadi bisnis. Berikut juga foto copi KTP dan tanda tangan bisa dibisniskan menjelang pilkada.
Luar biasa ya di negeri ini. Tepuk tangan saja bisa jadi bisnis. Inilah negeri makmur luar biasa, tertawa saja bisa menghasilkan uang. Tapi kalau tertawa dan tersenyum itu diatur sesuai dengan pesanan dan dibayar sesuai dengan kesepakatan, saya khawatir negeri ini kehilangan kejujuran dan keikhlasan.
O ya, tepuk tangan bisa juga jadi bisnis. Berikut juga foto copi KTP dan tanda tangan bisa dibisniskan menjelang pilkada.
Kamis, 02 April 2015
MUI: Ada Kekhawatiran Islamofobia dari Pemblokiran Situs Media Islam
KONTROVERSI pemblokiran 19 situs media Islam online oleh Kemenkominfo atas saran dari BNPT membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara dan memberikan pernyataan resminya.
Komisi Komunikasi dan Informasi Majelis Ulama Indonesia (Kominfo MUI) dalam siaran persnya dengan tegas menyatakan bahwa pemblokiran situs-situs media Islam haruslah mengacu pada kebebasan berpendapat sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Komisi Komunikasi dan Informasi Majelis Ulama Indonesia (Kominfo MUI) dalam siaran persnya dengan tegas menyatakan bahwa pemblokiran situs-situs media Islam haruslah mengacu pada kebebasan berpendapat sebagaimana diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Rabu, 01 April 2015
HIDUP MASIH KOMA BELUM TITIK
Oleh: Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag , (Guru besar UINSA Surabaya)
“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sungguh, Engkau Maha Pemberi (karunia)". (QS. Ali Imran [03]:8)
“Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sungguh, Engkau Maha Pemberi (karunia)". (QS. Ali Imran [03]:8)
Pada ayat sebelumnya, Allah SWT menjelaskan adanya dua kelompok manusia
dalam menyikapi ayat-ayat yang memerlukan pemikiran mendalam (mutasyabihat).
Kelompok pertama meragukan makna aslinya dan mencoba mencari penafsiran
baru. Sedangkan kelompok kedua langsung mengimani apapun makna
asli ayat tanpa berdipikir apalagi berdiskusi panjang. Merekalah mukmin
sejati. Tapi pada ayat berikutnya, sebagaimana dikutip di atas, Allah
mengingatkan secara tidak langsung bahwa petunjuk keimanan yang
diberikan kepada seseorang bisa saja dicabut kembali oleh-Nya.
FII AHADIR RIWAAYAT
Oleh: KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy
(Pengasuh PP. Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo)
رجل كبير ينام
فى المستشفى
Seorang tua sedang opname di rumah sakit
يزوره شاب كل
يوم، ويجلس معه لأكثر من ساعة
Setiap hari ada seorang pemuda yang menjenguknya,
ia habiskan waktu menyertainya
يساعدهُ على
أكل طعامه والاغتسال، ويأخذهُ في جوله بحديقة المستشفى
Ia bantu menyuapi makanan, memandikan, dan
membawanya keliling taman
ويساعدهُ على
الاستلقاء، ويذهب بعد أن يطمئن عليه
Membantu membaringkannya, dan ketika terlelap baru
ditinggalkan pergi
دخلت عليه
المُمرضة في إحدى الأيام لتعطيه الدوآء وتتفقد حاله
Suatu hari seorang perawat masuk untuk memberi
obat dan memeriksa kondisinya
Selasa, 28 Oktober 2014
Wajah Cermin Keluhuran Budi
ADA kisah menarik yang banyak dikomentari para ulama tentang
masuk Islamnya Abdullah Ibn Salam. Beliau ditanya alasannya memeluk
Islam, jawabannya adalah: “Saya merenungkan wajah Nabi alayhissalaam,
maka saya yakin bahwa wajah Beliau bukanlah wajah pembohong.”
Banyak ulama yang berkomentar begini: "seringkali keluhuran dan
ketulusan budi seseorang itu bisa dilihat dari wajahnya." Bukan masalah
ganteng, cantik atau jeleknya, tapi memang wajah orang yang ahli ibadah,
ahli wudlu', ahli al-qur'an memberikan kesejukan dan keteduhan melalui
wajahnya yang mendamaikan hati orang yang melihatnya.
Jadikanlah wajah kita menjadi wajah damai penuh senyum yang melihat semua manusia sebagai hamba tuhan yang perlu dicintai dan disayangi, jangan tampilkan wajah kita bagai wajah harimau yang menakutkan karena menganggap semua yang berbeda adalah musuh yang harus dihabisi.
Banyak ulama yang berkomentar begini: "seringkali keluhuran dan
ketulusan budi seseorang itu bisa dilihat dari wajahnya." Bukan masalah
ganteng, cantik atau jeleknya, tapi memang wajah orang yang ahli ibadah,
ahli wudlu', ahli al-qur'an memberikan kesejukan dan keteduhan melalui
wajahnya yang mendamaikan hati orang yang melihatnya.Jadikanlah wajah kita menjadi wajah damai penuh senyum yang melihat semua manusia sebagai hamba tuhan yang perlu dicintai dan disayangi, jangan tampilkan wajah kita bagai wajah harimau yang menakutkan karena menganggap semua yang berbeda adalah musuh yang harus dihabisi.
Optimisme Buah dari Iman
KEMATIAN pasti ada, tapi kehidupan masih berlanjut.
Kebohongan mungkin saja berkuasa, tapi yakinlah hakikat kebenaran tidak
akan pernah mati. Kegelapan mungkin saja menyelimuti dunia, namun
percayalah cahaya akan menggantikannya.
Optimisme itu penting. Dengan optimisme semuanya akan berjalan menuju hakikat kehidupan dan hakikat cahaya. Perubahan untuk menjadi yang lebih baik jangan hanya menjadi motto, mulailah sejak saat ini menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Orang yang tidak mau mengubah dirinya menjadi lebih posisitif adalah haram untuk melafalkan kata perubahan dalam setiap pidatonya.
Optimisme itu penting. Dengan optimisme semuanya akan berjalan menuju hakikat kehidupan dan hakikat cahaya. Perubahan untuk menjadi yang lebih baik jangan hanya menjadi motto, mulailah sejak saat ini menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Orang yang tidak mau mengubah dirinya menjadi lebih posisitif adalah haram untuk melafalkan kata perubahan dalam setiap pidatonya.
Sabtu, 25 Oktober 2014
Keseimbangan dalam Islam
KESEIMBANGAN, equilibrium, atau keberimbangan merupakan
pesan pokok agama Islam. Al-Qur'an dan al-Hadits memberikan petunjuk
jelas atas kesimpulan itu ketika kedua sumber itu dibaca secara holistik
(menyeluruh).**
Urusan dunia dan urusan akhirat merupakan
urusan yang perlu sama-sama dipikirkan dan dijalani dengan baik. Hidup
kita saat ini di dunia, dan nantinya kita akan menuju akhirat. Akhirat
kita harus dibangun sejak kita di dunia ini. Karena itulah banyak yang
berkata: "dunia adalah jembatan menuju akhirat." kalau jembatannya
rusak, gagallah kita menggapai keindahan kehidupan akhirat.
Dalam
kenyataan keberagamaan, ada yang cenderung bergerak ke arah yang
ekstrem. Yang liberal banyak lebih fokus pada dunia, yang fundamentalis
lebih banyak fokus pada akhiratnya. Menurut saya, dalam konteks
kehidupan kekinian, posisi moderat adalah yang terbaik, dunia akhirat
sama-sama diperhitungkan dan dipikirkan.
Ada kisah menarik jaman
Rasulullah. Seorang sahabat bernama Usman bin Madz'un selalu berada di
masjid, tidak pulang-pulang, tidak mikir dunia dan hanya fokus akhirat.
Istrinya ditinggalkan dan tidak lagi disentuh. Si istri lapor pada
Rasulullah, dan rasulullah kemudian memanggilnya. Ketika ditanya kkenapa
dia tidak pulang-pulang di masjid, jawabnya adalah demi surga, demi
akhirat.
Rasulullah bertanya: "apakah kamu kira saya tidak ingin
masuk surga?" singkat cerita, rasulullah bersabda bahwa dengan gayanya
itu justru dia akan masuk neraka. Disuruhnya dia pulang menemui
istrinya, istirahat di tengan kesibukan, berbuka di samping berpuasa,
menyeimbangkan urusan dunia dengan akhiratnya.
Salam, AIM.
** Penulis: Prof. DR. KH.Imam Mawardi
(Pengasuh Pon-Pes Alif Lam Mim, Surabaya)
MARI BELAJAR BERHITUNG
Penimbangan Amal di Hari Akhir **
Ada Hikmah besar di balik penimbangan koper jamaah haji sebelum berangkat ke bandara untuk take off menuju Jakarta ini. Jamaah yang belanjaannya banyak sampai menambah koper akan mengalami masa penimbangan lebih lama ketimbang yang tidak belanja sama sekali. Belum lagi kekawatiran harus membayar biaya kelebihan bagasi dan lain-lainnya.
Ternyata, di alam akhirat kelak juga ada penimbangan amal. Barangsiapa yang terlalu banyak "belanja" di dunia, siap-siaplah untuk lebih lama di proses penimbangan. Agar lebih cepat dan prosesnya lancar, sebelum masuk ke alam akhirat, berbagi-bagilah "belanjaan" itu dengan mentasharrufkannya di jalan yang disukaiNya.
Pelajaran lain bisa diambil dari pekerjaan polisi lalu lintas. Ternyata yang dicegat dan diperiksa adalah yang naik sepeda motor dan naik mobil untuk ditanya SIM, STNK dan kelengkapan berkendara lainnya. Ternyata, orang yang jalan kaki tidak pernah dicegat oleh polisi lalu lintas, walaupun pejalan kaki juga berlalulalang melintasi jalan raya.
Bukan tak boleh kaya, tapi. Kaya jangan dinikmati sendiri, sebab kalau mati tidak mungkin jalan sendiri ke lokasi kuburan. Betul? Yang jawab tidak betul, siap-siap kalau mati mandi sendiri dan jalan sendiri ke kuburan yang juga harus digali sendiri.
Salam, AIM.
** Prof. DR. KH. Ahmad Imam Mawardi
(Pengasuh PP. Alif Lam Mim Surabaya)
Ada Hikmah besar di balik penimbangan koper jamaah haji sebelum berangkat ke bandara untuk take off menuju Jakarta ini. Jamaah yang belanjaannya banyak sampai menambah koper akan mengalami masa penimbangan lebih lama ketimbang yang tidak belanja sama sekali. Belum lagi kekawatiran harus membayar biaya kelebihan bagasi dan lain-lainnya.
Ternyata, di alam akhirat kelak juga ada penimbangan amal. Barangsiapa yang terlalu banyak "belanja" di dunia, siap-siaplah untuk lebih lama di proses penimbangan. Agar lebih cepat dan prosesnya lancar, sebelum masuk ke alam akhirat, berbagi-bagilah "belanjaan" itu dengan mentasharrufkannya di jalan yang disukaiNya.
Pelajaran lain bisa diambil dari pekerjaan polisi lalu lintas. Ternyata yang dicegat dan diperiksa adalah yang naik sepeda motor dan naik mobil untuk ditanya SIM, STNK dan kelengkapan berkendara lainnya. Ternyata, orang yang jalan kaki tidak pernah dicegat oleh polisi lalu lintas, walaupun pejalan kaki juga berlalulalang melintasi jalan raya.
Bukan tak boleh kaya, tapi. Kaya jangan dinikmati sendiri, sebab kalau mati tidak mungkin jalan sendiri ke lokasi kuburan. Betul? Yang jawab tidak betul, siap-siap kalau mati mandi sendiri dan jalan sendiri ke kuburan yang juga harus digali sendiri.
Salam, AIM.
** Prof. DR. KH. Ahmad Imam Mawardi
(Pengasuh PP. Alif Lam Mim Surabaya)
Amalan (Bacaan) Pada Tanggal 1-10 Muharram
Ijazah dari KH. Muafa Abdul Aziz (Bangkalan)
Do’a di Baca tanggal 1 Muharrom;
Membaca Ayat kursi 360X dengan basmalah fa’idah nya Insya’Alloh sesiapa yang membacanya akan di jauhkan dari segala bencana , marabahaya, dan dilancarkan urusannya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dibutuhkannya...
Aamiiin...
Doa di Baca mulai tanggal 1 Muharrom sampai tanggal 10 Muharrom;
دُعَاءْ بُوْلَنْ مُحَرَّمْ
عِيْ بَاجَا تَغْكَالْ سِتُّوغْ بُوْلَنْ مُحَرَّمْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ بَنْ اَيَةْ كُرْسِي ×۳٦٠
فَسْ مَاجَا دُعَاءْ فَنِكَا
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ يَامُحَوِّلَ اْلاَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِي اِلَى اَحْسَنِ اْلاَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَاكَبِيْرُ يَامُتَعَالِ يَاعَزِيْزُ يَامِفْضَالُ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ×٧
فنكا كيفيته صلاة تغكال ستوغ بولن محرم، حاصل فرتموان ايفون الايمام غزالي سارغ نبي الله خضر عليه السلام عي فاطوافان
فنجنغان عي فاكون اصلاة دوا ركعة سمارينه اصلاة فس ماجا دعاء فنكا
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ بِكَ اَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ اْلاَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اٰلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ اَجْمَعِيْنَ. وَاَنْ تَغْفِرَلِي مَا مَضٰى. وَتَحْفَظَنِي فِيْمَا بَقِيَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اَللّهُمَّ هٰذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ مُقْبِلَةٌ لَمْ اَعْمَلْ فِي ابْتِدَائِهَا عَمَلاً يُقَرِّبُنِي اِلَيْكَ زُلْفٰى غَيْرَ تَضَرُّعِي اِلَيْكَ. فَاسْاَلُكَ اَنْ تُوَافِّقَنِي لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي مِنَ اْلقِيَامِ بِمَا لَكَ عَلَيَّ مِنْ طَاعَتِكَ وَاَلْزَمْتَنِي اْلإِخْلاَصَ فِيْهِ لِوَجْهِكَ اْلكَرِيمِْ فِي عِبَادَتِكَ وَاَسْأَلُكَ اِتْمَامَ ذٰلِكَ عَلَىَّ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ. اَللّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ السَّنَةِ الْمُقْبِلَةِ يُمْنَهَا وَيُسْرَهَا وَاَمْنَهَا وَسَلاَمَتَهَا وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهَا وَصُدُوْدِهَا وَعُسْرِهَا وَخَوْفِهَا وَهَلَكَتِهَا وَاَرْغَبُ اِلَيْكَ اَنْ تَحْفَظَ عَلَيَّ فِيْهَا دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ اَمْرِيْ وَدُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي وَتُوَفِّقَنِي فِيْهَا اِلَى مَا يُرْضِيْكَ عَنِّي فِي مَعَادِيْ. ياَاَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ وَيَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلاَمٌ وَاٰخِرُ دَعْوَاهُمْ اَنِ اْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.
يَافَتَّاح ٣٣٣
سُبْحَانَ اللهِ الرَّزَّاقْ ٣٠٠
لااله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين ١٠٠٠
لااله الا الله الملك الحق المبين
Do’a di Baca tanggal 1 Muharrom;
Membaca Ayat kursi 360X dengan basmalah fa’idah nya Insya’Alloh sesiapa yang membacanya akan di jauhkan dari segala bencana , marabahaya, dan dilancarkan urusannya, dihilangkan kedukaannya dan diberikan apa yang dibutuhkannya...
Aamiiin...
Doa di Baca mulai tanggal 1 Muharrom sampai tanggal 10 Muharrom;
فنكا دعاء عي باجا مولاهي تغكال ستوغ محرم سمفئ تغكال سفولو محرم
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اَللّهُمَّ اِنَّكَ قَدِيْمٌ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ وَسَنَةٌ جَدِيْدَةٌ قَدْ اَقْبَلَتْ نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَنَسْتَكْفِيْكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا فَارْزُقْنَا اْلعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
اَللّهُمَّ اِنَّكَ قَدِيْمٌ وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ وَسَنَةٌ جَدِيْدَةٌ قَدْ اَقْبَلَتْ نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَنَسْتَكْفِيْكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا فَارْزُقْنَا اْلعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
اَللّهُمَّ
اِنَّكَ سَلَّطْتَ عَلَيْنَا عَدُوًّا بَصِيْرًا بِعُيُوْبِنَا
وَمُطَّلِعًا عَلَى عَوْرَاتِنَا مِنْ بَيْنِ اَيْدِنَا وَمِنْ خَلْفِنَا
وَعَنْ اَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَائِلِنَا يَرَانَا هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ
حَيْثُ لاَنَرَاهُمْ. اَللّهُمَّ اٰيِسْهُ مِنَّا كَمَا اٰيَسْتَهُ مِنْ
رَحْمَتِكَ. وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَهُ مِنْ عَفْوِكَ وَبَاعِدْ
بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا حُلْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَغْفِرَتِكَ
اِنَّكَ قَادِرٌ عَلَى ذٰلِكَ وَاَنْتَ الفَعَّالُ لِمَا تُرِيْدُ وَصَلَّى
الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ
وَسَلَّمَ. ×٣
دُعَاءْ بُوْلَنْ مُحَرَّمْ
عِيْ بَاجَا تَغْكَالْ سِتُّوغْ بُوْلَنْ مُحَرَّمْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ بَنْ اَيَةْ كُرْسِي ×۳٦٠
فَسْ مَاجَا دُعَاءْ فَنِكَا
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللّهُمَّ يَامُحَوِّلَ اْلاَحْوَالِ حَوِّلْ حَالِي اِلَى اَحْسَنِ اْلاَحْوَالِ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَاكَبِيْرُ يَامُتَعَالِ يَاعَزِيْزُ يَامِفْضَالُ. وَصَلَّى الله ُعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ×٧
Sholat sunnah 2 Roka’at Setelah salam membaca;
فنكا كيفيته صلاة تغكال ستوغ بولن محرم، حاصل فرتموان ايفون الايمام غزالي سارغ نبي الله خضر عليه السلام عي فاطوافان
فنجنغان عي فاكون اصلاة دوا ركعة سمارينه اصلاة فس ماجا دعاء فنكا
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ بِكَ اَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ اْلاَنْبِيَاءِ وَاْلمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اٰلِهِمْ وَصَحْبِهِمْ اَجْمَعِيْنَ. وَاَنْ تَغْفِرَلِي مَا مَضٰى. وَتَحْفَظَنِي فِيْمَا بَقِيَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اَللّهُمَّ هٰذِهِ سَنَةٌ جَدِيْدَةٌ مُقْبِلَةٌ لَمْ اَعْمَلْ فِي ابْتِدَائِهَا عَمَلاً يُقَرِّبُنِي اِلَيْكَ زُلْفٰى غَيْرَ تَضَرُّعِي اِلَيْكَ. فَاسْاَلُكَ اَنْ تُوَافِّقَنِي لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي مِنَ اْلقِيَامِ بِمَا لَكَ عَلَيَّ مِنْ طَاعَتِكَ وَاَلْزَمْتَنِي اْلإِخْلاَصَ فِيْهِ لِوَجْهِكَ اْلكَرِيمِْ فِي عِبَادَتِكَ وَاَسْأَلُكَ اِتْمَامَ ذٰلِكَ عَلَىَّ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ. اَللّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ خَيْرَ هٰذِهِ السَّنَةِ الْمُقْبِلَةِ يُمْنَهَا وَيُسْرَهَا وَاَمْنَهَا وَسَلاَمَتَهَا وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهَا وَصُدُوْدِهَا وَعُسْرِهَا وَخَوْفِهَا وَهَلَكَتِهَا وَاَرْغَبُ اِلَيْكَ اَنْ تَحْفَظَ عَلَيَّ فِيْهَا دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ اَمْرِيْ وَدُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي وَتُوَفِّقَنِي فِيْهَا اِلَى مَا يُرْضِيْكَ عَنِّي فِي مَعَادِيْ. ياَاَكْرَمَ اْلاَكْرَمِيْنَ وَيَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلاَمٌ وَاٰخِرُ دَعْوَاهُمْ اَنِ اْلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.
يَافَتَّاح ٣٣٣
سُبْحَانَ اللهِ الرَّزَّاقْ ٣٠٠
لااله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين ١٠٠٠
لااله الا الله الملك الحق المبين
Hari Santri Nasional Bentuk Pengakuan Eksistensi Santri
Presiden Ir. Joko Widodo pada 1
Muharram ini ada rencana menjadikan hari santri nasional sesuai dengan
aspirasi para santri Pondok Pesantren saat masa kampanya kemaren. Untuk
itu penulis akan menuturkan dalam tulisan ini tentang santri dan
kontribusinya pada Bangsa dan Negara.
Kata Santri menurut kamus besar
bahasa Indonesia berarti : (1) orang yang mendalami agama Islam; (2)
orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh. Dalam rumusan mendiknas,
Santri adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan ilmu
agama islam di suatu tempat yang dinamakan pesantren, biasanya menetap
di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai. Pendapat lain
mengatakan Santri diambil dari bahasa “Tamil” yang berarti Guru mengaji.
Dan ada yang berpendapat dari bahasa India “Shastri” yang berarti orang
yang memiliki pengetahuan kitab suci.
Ada juga yang berpendapat bahwa Santri
dari bahasa inggris yang berasal dari dua suku kata yaitu SUN dan THREE
yang artinya tiga matahari. Matahari adalah titik pusat tata surya
berupa bola berisi gas yang mendatangkan terang dan panas pada bumi
disiang hari. Seperti kita ketahui matahari adalah sumber energi tanpa
batas. Matahari pula sumber kehidupan bagi seluruh tumbuhan dan semuanya
dilakukan secara ikhlas oleh matahari. Namun maksud tiga matahari dalam
kata SUNTHREE adalah tiga keharusan yang dipunyai oleh seorang santri
yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Semua ilmu tentang Iman, Islam dan Ihsan
dipelajari dipesantren untuk menjadi seorang santri yang dapat beriman
kepada Allah secara sungguh-sungguh, berpegang teguh kepada aturan
islam, serta berbuat ihsan kepada sesama.
Dari beberapa pendapat tentang santri
diatas, yang jelas santri di Indonesia ini sudah hadir sejak sebelum
kemerdekaan. Bahkan sejak kanjeng Sunan Ampel santri sudah ada karena
santri tidak bisa dipisahkan dari pondok Pesantren. Kehadiran Pondok
Pesantren tidak hanya mengajarkan pendidikan agama Islam, pondok
pesantren juga berperan dalam pemberdayaan ekonomi ummat dan mewujudkan
peradaban masyarakat. Hal tersebut dapat diamati dari beberapa fungsi
dan missi Pondok pesantren diantara ; 1. Tafaqquh fi al-ddin
(memperdalam ilmu pengetahuan agama maupun umum), 2. Pelayan masyarakat
dan 3. Pengabdian.
Tafaqquh fi al-din (memperdalam ilmu
pengetahuan) tugas utama santri terutama ilmu-ilmu keislaman. Dalam
perkembangannya Pondok Pesantren mengembangkan pendidikannya dengan
model ada yang salaf murni, dalam arti pelajaran yang disuguhkan adalah
ilmu-ilmu agama, dan ada Pondok pesantren yang memadukan antara salaf
dan khalaf, dengan mamadukan pelajaran yang diberikan kepada santri
sudah ada ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu modern, bahkan sudah banyak
pondok pesantren yang mendirikan perguruan tinggi lengkap dengan
berbagai jurusan. Pondok Pesantren Salaf-khalaf ini menjawab bahwa tidak
ada perbedaan antara ilmu agama dan umum, selama ilmu itu untuk
kemaslahatan agama, dunia-akhirat itu adalah Ilmu Islam yang harus di
pelajarinya. Sebagai pelayan masyarakat pondok pesantren melalui
Kyai dan santrinya selalu berperan melayani kebetuhan masyarakat, mulai
sejak manusia itu lahir, dewasa, nikah, dan saat wafa,t para kyai dan
santri menjadi penuntun, pembimbing dan pelayan masyarakat.
Sedangkan fungsi pengabdian adalah santri
akan selalu ingat bahwa Allah Swt menciptakan manusia dimuka bumi ini
sebagai khalifatullah fil ardhi. Dengan berpegang teguh pada kata
khalifah itu, santri akan terus berjuang, mengkhidmahkan diri untuk
menciptakan kemaslahatan hidup manusia melalui berbagai aspek kehidupan,
baik gerakan ritiual-spritual, maupun amaliah sosial. Sehingga saat
santri sudah terjun ketengah-tengah masyarakat berbagai profesi yang
mereka geluti dan tekuni, ada yang bergerak dalam bidang keagamaan,
kebangsaan dan kenegaraan.
Ada hal yang perlu diperhatikan
bahwa Kyai dan santri memiliki hubungan yang sangat dekat, artinya tidak
hanya dalam tataran fisik atau dhahir, tapi rabithah bathiniyah Kyai
dan Santri akan terus berlangsung dunia – akhirat. Tali ikat Kyai dan
Santri itu kemudian oleh Kyai dijadikan kekuatan untuk memperjuangkan
missi Pondok Pesantren. Lalu Kyai menugaskan kepada santri yang telah
lulus untuk menempati daerah tertentu demi perjuangan missi pondok
pesantren. Dengan adanya santri yang berdomisili diberbagai daerah di
Indonesia maka terjalin hubungan antar pondok pesantren bahkan kerap
kali putra-putri Kyai dinikahkan dengan putra-putri kyai lainnya, juga
Kyai menikahkan santrinya yang sedang mondok di pesantrennya. Jalinan
pernikahan ini merupakan strategi yang sangat ampuh untuk mengembangkan
eksistensi santri atau pondok pesantren. Para anak cucu kyai dan santri
lalu mengembangkan pesantren ke berbagai daerah di nusantara. Islam di
Indonesia berkembang pesat dengan membentuk sebuah peradaban atau
tradisi sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakatnya.
Oleh karena itu, Pondok Pesantren
sudah ada hampir di seluruh wilayah nusantara Indonesia jauh sebelum
kemerdekaan. Dan pada tahun 1926 M. para pengasuh Pondok Pesantren
dengan dikomonda oleh KH. Hasyim Asy’ari melalui insyarah tasbih dan
tongkat dari KH. Muhammad Khalil yang dibawa oleh KHR. As’ad Syamsul
Arifin organisasi santri yang bernama Nahdlatul Ulama berdiri.
Dengan berdirinya Nahdlatul Ulama ini maka
para Kyai semakin mudah berkoordinasi untuk memperjuangkan aspirasi
Pondok pesantren. Sehingga tercatat dalam sejarah tentang peran NU dalam
membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pondok Pesantren sangat
besar jasanya dalam memerdekakan Negara republik Indonesia, berperang
dengan para penjajah, dan juga dalam mengisi kemerdekaan terutama dalam
mendidik anak bangsa dengan karakter Islami.
Pondok pesantren terus berkembang
bukan hanya ada didaerah pelosok desa, tapi didaerah perkotaan sekarang
berdiri pendidikan yang ada dibawah naungan pondok pesantren. Dari
alumni pondok pesantren inilah kemudian lahir santri yang tidak hanya
berprofesi sebagai, ustadz, kyai, tapi sudah banyak santri yang menjadi
pejabat Negara, baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Mereka
telah melakukan pengabdian pada masyarakat dan pemerintah Indonesia.
Bila ada gagasan presiden RI Bapak
Ir. Joko Widodo pada 1 Muharram ini akan dijadikan sebagai hari santri
nasional sungguh hal itu tidak menyalahi terhadap norma bahkan inisiatif
itu merupakan sebuah penghargaan kepada santri yang telah jelas-jelas
memberikan kontribusi pada agama, bangsa dan Negara.
Sumber : Cyber Dakwah.
Doa Akhir Tahun dan Doa Awal Tahun Hijriah
(Ijazah dari KH. Muafa Abdul Aziz Bangkalan-Madura)
Pada tahun ini, akhir tahun Hijriyyah 1435H jatuh pada 24 Oktober 2013 (Jum'at)
Dan 1 Muharrom 1436H jatuh pada 25 Oktober 2013 (Sabtu).
#Jangan lupa membaca kedua-dua do’a akhir tahun (1435H)
dan doa awal tahun (1436H) ini dengan harapan (supaya) kita dilindungi
dari tipu daya syaithon dan dari segala marabahaya serta mendapat ampunan
Alloh Subhaanahu wa ta’ala, insya Alloh.
#Doa Akhir Tahun;
dibaca 3 kali pada akhir waktu Ashar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Dzulhijjah (ashar) :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللّهُمَّ مَاعَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ ، وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي اِلى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَآءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ ، فَإِنِّي اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِي بِفَضْلِكَ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَاَسْأَلُكَ اللّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِيْ مِنْكَ ياَكَرِيْمُ وَصَلَّى الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ (۳ مرات)
Dengan idzin Alloh, sesiapa yang membaca doa ini akan mendapat Perlindungan Alloh Subhanahu wa ta’ala dari fitnah dan tipu daya syaithon serta mendapat setahun Ampunan dosa yang lalu…
#Doa Awal Tahun dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam 1 Muharrom 1436 (Jum'at malam Sabtu) ;
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالمَِيْنَ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلأُُخَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا ،
وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا وَ عَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَللّهُمَّ اَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ. وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ اْلعَمِيْمِ اْلمُعَوَّلُ.
وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ اْلعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَآئِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ. وَاْلإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبنُِي اِلَيْكَ زُلْفٰى يَاذَااْلجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ وَصَلىَّ الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ۳ مرات
Barangsiapa membaca doa ini sebanyak 3 kali selepas sholat Maghrib pada malam tanggal 1 Muharrom, Alloh akan memerintahkan 2 malaikat untuk melindunginya dari fitnah dan tipu daya syaithon selama setahun yang mendatang…
فَنِيْكَا دُعَاءْ
عِيْ بَاجَا وَقْتَ نِغَالِيْ بُوْلَنْ تَغْكَالْ ۱ اَتوَا تَغْكَالْ ۲ اَتَوَا تَغْكَالْ ۳ عِيْ سَبَنْ۲ بُوْلَنْ
اَلله ُاَكْبَرُ اَللّهُمَّ اَهِلَّهُ بِاْلاَمْنِ وَاْلاِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلاِسْلاَمِ وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله
اتوا: اَللّهُمَّ اَجْعَلْهُ هِلاَلَ يُمْنٍ وَرُشْدٍ اٰمَنْتُ بِالَّذِيْ خَلَقَكَ فَعَدَلَكَ تَبَارَكَ الله ُاَحْسَنُ اْلخَالِقِيْنَ
اتوا: هِلاَلُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ ×۲ اٰمَنْتُ بِالَّذِيْ خَلَقَكَ ×۳
بَنْ عِيْ سُنَّتَاكِيْ مَاجَا سُوْرَةْ
تَبَارَكَ اَّلذِيْ بِيَدِهِ اْلمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير ٌ... الخ
Semoga bermanfa'at ...
Pada tahun ini, akhir tahun Hijriyyah 1435H jatuh pada 24 Oktober 2013 (Jum'at)
Dan 1 Muharrom 1436H jatuh pada 25 Oktober 2013 (Sabtu).
#Jangan lupa membaca kedua-dua do’a akhir tahun (1435H)
dan doa awal tahun (1436H) ini dengan harapan (supaya) kita dilindungi
dari tipu daya syaithon dan dari segala marabahaya serta mendapat ampunan
Alloh Subhaanahu wa ta’ala, insya Alloh.
#Doa Akhir Tahun;
dibaca 3 kali pada akhir waktu Ashar atau sebelum masuk waktu Maghrib pada akhir bulan Dzulhijjah (ashar) :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
اَللّهُمَّ مَاعَمِلْتُ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ ، وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي اِلى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَآءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ ، فَإِنِّي اَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِي بِفَضْلِكَ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَاَسْأَلُكَ اللّهُمَّ يَاكَرِيْمُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلاَ تَقْطَعَ رَجَائِيْ مِنْكَ ياَكَرِيْمُ وَصَلَّى الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ (۳ مرات)
Dengan idzin Alloh, sesiapa yang membaca doa ini akan mendapat Perlindungan Alloh Subhanahu wa ta’ala dari fitnah dan tipu daya syaithon serta mendapat setahun Ampunan dosa yang lalu…
#Doa Awal Tahun dibaca 3 kali selepas maghrib pada malam 1 Muharrom 1436 (Jum'at malam Sabtu) ;
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالمَِيْنَ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلأُُخَزَائِنَ اللهِ نُوْرًا ،
وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُوْرًا وَ عَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَللّهُمَّ اَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ اْلعَظِيْمِ. وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ اْلعَمِيْمِ اْلمُعَوَّلُ.
وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ اَسْأَلُكَ اْلعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَاَوْلِيَآئِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ. وَاْلإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبنُِي اِلَيْكَ زُلْفٰى يَاذَااْلجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ وَصَلىَّ الله ُتَعَالىٰ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ۳ مرات
Barangsiapa membaca doa ini sebanyak 3 kali selepas sholat Maghrib pada malam tanggal 1 Muharrom, Alloh akan memerintahkan 2 malaikat untuk melindunginya dari fitnah dan tipu daya syaithon selama setahun yang mendatang…
فَنِيْكَا دُعَاءْ
عِيْ بَاجَا وَقْتَ نِغَالِيْ بُوْلَنْ تَغْكَالْ ۱ اَتوَا تَغْكَالْ ۲ اَتَوَا تَغْكَالْ ۳ عِيْ سَبَنْ۲ بُوْلَنْ
اَلله ُاَكْبَرُ اَللّهُمَّ اَهِلَّهُ بِاْلاَمْنِ وَاْلاِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلاِسْلاَمِ وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّهُ وَتَرْضَاهُ رَبُّنَا وَرَبُّكَ الله
اتوا: اَللّهُمَّ اَجْعَلْهُ هِلاَلَ يُمْنٍ وَرُشْدٍ اٰمَنْتُ بِالَّذِيْ خَلَقَكَ فَعَدَلَكَ تَبَارَكَ الله ُاَحْسَنُ اْلخَالِقِيْنَ
اتوا: هِلاَلُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ ×۲ اٰمَنْتُ بِالَّذِيْ خَلَقَكَ ×۳
بَنْ عِيْ سُنَّتَاكِيْ مَاجَا سُوْرَةْ
تَبَارَكَ اَّلذِيْ بِيَدِهِ اْلمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير ٌ... الخ
Semoga bermanfa'at ...
Puasa Arafah vs Wukuf Arafah
Oleh Misbahul Huda*
PUASA Arafah atau Puasa Mina? Opini Agus Mustofa di Jawa Pos
edisi 3 Oktober 2014 itu tentu saja mengandung keanehan peribadatan
sekaligus mengundang ruang untuk berbeda pendapat. Salah satunya, apakah
relevan mengaitkan puasa Arafah dengan wukuf di Arafah?
Ibadah haji yang puncaknya adalah wukuf di Arafah berbeda dengan puasa Arafah dan hari Nahr (Idul Adha). Masing-masing merupakan ibadah yang terpisah (mustaqillah), bukan satu rangkaian yang bisa dikaitkan, kecuali di Arab Saudi dan saat kondisi aman.
Ibadah haji menjadi puncak peribadatan dalam rukun Islam. Sebagai puncak peribadatan, ibadah haji mengharuskan tingkat kepatuhan yang total. Tidak mengherankan jika disebut-sebut ibadah haji adalah ibadah yang level regulasinya amat sangat ketat. No bargain. Kaifiyah (tata cara ibadah), waktu, dan tempat, semua diatur oleh tatanan syariat. Tata caranya harus sesuai dengan manasik haji ala nabi. Waktunya harus di bulan Zulhijah dan tempatnya harus di seputar Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tidak bisa selain itu. Sehingga kalau waktu pelaksanaan haji (Zulhijah) tanah haram sedang tidak aman, kewajiban haji menjadi gugur.
Tidak demikian halnya dengan Idul Adha dan puasa Arafah. Dua hal itu adalah ibadah (mahdhah) yang terikat hanya dengan tata cara dan waktunya. Tidak terikat dengan tempat. Karena itu, baik di Saudi aman atau sedang ada perang, baik ada yang wukuf atau tidak, tetap disunahkan salat Idul Adha dan berpuasa Arafah, meskipun saat itu tidak ada jamaah yang wukuf di Arafah. Dengan begitu, Idul Adha dan puasa Arafah di negara yang bukan Saudi atau negara yang awal bulannya tidak sama dengan Arab Saudi tidak harus bergantung pada adanya pelaksanaan haji dan wukuf di Arafah. Karena itu, mencoba mengaitkan puasa Arafah dan wukuf di Arafah tidaklah relevan serta terkesan dipaksakan.
Dari kajian sirah, puasa 9 Zulhijah itu telah disyariatkan jauh sebelum Rasulullah melaksanakan ibadah haji. Puasa 9 Zulhijah disyariatkan sejak awal beliau hijrah ke Madinah. Sedangkan ibadah haji baru beliau kerjakan pada tahun kesepuluh Hijriah. Pada tahun kedua, ketiga, keempat, dan kelima, Rasulullah dan para sahabat telah melaksanakan puasa 9 Zulhijah tanpa seorang pun menunaikan wukuf di Arafah. Saat disyariatkan puasa Arafah, belum ada perintah wukuf di Arafah.
Dari HR Abu Dawud, sebagian istri Nabi SAW berkata, ”Dahulu Rasulullah SAW berpuasa pada 9 Zulhijah, hari Asyura, serta tiga hari setiap bulan, yaitu Senin pada awal bulan dan dua hari Kamis.”
Dari hadis tersebut, dapat diketahui Rasulullah berpuasa pada 9 Zulhijah (untuk puasa Arafah) dan itu dilakukan sebelum beliau melakukan haji wada' pada 10 H. Dan lafaz itu menunjukkan rutinitas sebuah amalan. Jadi, nabi berpuasa Arafah di Madinah selama bertahun-tahun tanpa mengacu pada ada atau tidaknya wukuf di Arafah. Jika di Madinah sudah masuk 9 Zulhijah, menurut hitungan mereka, beliau bersama para sahabat berpuasa Arafah dan tidak memakai rukyat hilal penduduk Makkah.
Selain itu, pada hadis lain Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila kamu telah melihat hilal (yaitu awal bulan) Zulhijah dan salah seorang di antara kamu hendak berkurban, jangan sekali-kali kamu memotong rambut dan jangan pula memotong kuku sampai hewan kurban itu disembelih (HR Muslim).”
Pada hadis itu, ditegaskan Idul Adha dikaitkan dengan terbitnya hilal. Sedangkan waktu terbitnya hilal di setiap negeri berbeda dengan negeri lain. Dengan demikian, Idul Adha dikaitkan dengan waktu (awal hilal), bukan aktivitas jamaah haji di Arafah. Karena itu, puasa Arafah juga dikaitkan dengan waktu (awal hilal), bukan waktu jamaah haji di Arafah.
Dari semua penjelasan itu, bisa disimpulkan bahwa berpuasa Arafah (pada 9 Zulhijah) dan berhari raya Idul Adha mengacu pada terlihatnya hilal (awal bulan) di negara masing-masing. Itulah yang dilakukan umat muslim selama berabad-abad sampai sekarang (sebelum berkembangnya teknologi informasi).
Arafah, menurut Ibnu Abidin, adalah nama hari dan nama tempat (Hasyiah Raddil Mukhtar II/92). Juga, menurut Imam Ar Raghib, Al Baghawi, dan Al Kirmani, Arafah adalah nama hari kesembilan di bulan Zulhijah. Selain itu, penamaan Arafah dengan pengertian 9 Zulhijah dan pengertian tempat di tanah haram sudah digunakan jauh sebelum disyariatkan haji, bukan karena adanya orang wukuf dalam ibadah haji.
Jadi, ketika kita berpuasa di Indonesia pada 9 Zulhijah (sesuai dengan ketetapan pemerintah), namanya tetap puasa Arafah, bukan puasa Mina, apalagi hanya dengan alasan bahwa orang yang berhaji sedang beribadah di Mina.
Dari sisi pendewasaan umat Islam dalam menghadapi perbedaan, hal itu tidak akan menjadi masalah besar karena sudah terbiasa berbeda. Namun, tetap saja diperlukan kajian kritis dari perspektif sirah dan hadis agar pilihan cerdas yang dilakukan umat Islam Indonesia dalam berpuasa Arafah berpijak pada ilmu. Dengan begitu, ijtihad pilihannya menjadi berpahala, terlepas dari benar atau salahnya. Wallahualam.
*Motivator dan penulis buku spiritual (misbahulhuda63@gmail.com)
Ibadah haji yang puncaknya adalah wukuf di Arafah berbeda dengan puasa Arafah dan hari Nahr (Idul Adha). Masing-masing merupakan ibadah yang terpisah (mustaqillah), bukan satu rangkaian yang bisa dikaitkan, kecuali di Arab Saudi dan saat kondisi aman.
Ibadah haji menjadi puncak peribadatan dalam rukun Islam. Sebagai puncak peribadatan, ibadah haji mengharuskan tingkat kepatuhan yang total. Tidak mengherankan jika disebut-sebut ibadah haji adalah ibadah yang level regulasinya amat sangat ketat. No bargain. Kaifiyah (tata cara ibadah), waktu, dan tempat, semua diatur oleh tatanan syariat. Tata caranya harus sesuai dengan manasik haji ala nabi. Waktunya harus di bulan Zulhijah dan tempatnya harus di seputar Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tidak bisa selain itu. Sehingga kalau waktu pelaksanaan haji (Zulhijah) tanah haram sedang tidak aman, kewajiban haji menjadi gugur.
Tidak demikian halnya dengan Idul Adha dan puasa Arafah. Dua hal itu adalah ibadah (mahdhah) yang terikat hanya dengan tata cara dan waktunya. Tidak terikat dengan tempat. Karena itu, baik di Saudi aman atau sedang ada perang, baik ada yang wukuf atau tidak, tetap disunahkan salat Idul Adha dan berpuasa Arafah, meskipun saat itu tidak ada jamaah yang wukuf di Arafah. Dengan begitu, Idul Adha dan puasa Arafah di negara yang bukan Saudi atau negara yang awal bulannya tidak sama dengan Arab Saudi tidak harus bergantung pada adanya pelaksanaan haji dan wukuf di Arafah. Karena itu, mencoba mengaitkan puasa Arafah dan wukuf di Arafah tidaklah relevan serta terkesan dipaksakan.
Dari kajian sirah, puasa 9 Zulhijah itu telah disyariatkan jauh sebelum Rasulullah melaksanakan ibadah haji. Puasa 9 Zulhijah disyariatkan sejak awal beliau hijrah ke Madinah. Sedangkan ibadah haji baru beliau kerjakan pada tahun kesepuluh Hijriah. Pada tahun kedua, ketiga, keempat, dan kelima, Rasulullah dan para sahabat telah melaksanakan puasa 9 Zulhijah tanpa seorang pun menunaikan wukuf di Arafah. Saat disyariatkan puasa Arafah, belum ada perintah wukuf di Arafah.
Dari HR Abu Dawud, sebagian istri Nabi SAW berkata, ”Dahulu Rasulullah SAW berpuasa pada 9 Zulhijah, hari Asyura, serta tiga hari setiap bulan, yaitu Senin pada awal bulan dan dua hari Kamis.”
Dari hadis tersebut, dapat diketahui Rasulullah berpuasa pada 9 Zulhijah (untuk puasa Arafah) dan itu dilakukan sebelum beliau melakukan haji wada' pada 10 H. Dan lafaz itu menunjukkan rutinitas sebuah amalan. Jadi, nabi berpuasa Arafah di Madinah selama bertahun-tahun tanpa mengacu pada ada atau tidaknya wukuf di Arafah. Jika di Madinah sudah masuk 9 Zulhijah, menurut hitungan mereka, beliau bersama para sahabat berpuasa Arafah dan tidak memakai rukyat hilal penduduk Makkah.
Selain itu, pada hadis lain Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila kamu telah melihat hilal (yaitu awal bulan) Zulhijah dan salah seorang di antara kamu hendak berkurban, jangan sekali-kali kamu memotong rambut dan jangan pula memotong kuku sampai hewan kurban itu disembelih (HR Muslim).”
Pada hadis itu, ditegaskan Idul Adha dikaitkan dengan terbitnya hilal. Sedangkan waktu terbitnya hilal di setiap negeri berbeda dengan negeri lain. Dengan demikian, Idul Adha dikaitkan dengan waktu (awal hilal), bukan aktivitas jamaah haji di Arafah. Karena itu, puasa Arafah juga dikaitkan dengan waktu (awal hilal), bukan waktu jamaah haji di Arafah.
Dari semua penjelasan itu, bisa disimpulkan bahwa berpuasa Arafah (pada 9 Zulhijah) dan berhari raya Idul Adha mengacu pada terlihatnya hilal (awal bulan) di negara masing-masing. Itulah yang dilakukan umat muslim selama berabad-abad sampai sekarang (sebelum berkembangnya teknologi informasi).
Arafah, menurut Ibnu Abidin, adalah nama hari dan nama tempat (Hasyiah Raddil Mukhtar II/92). Juga, menurut Imam Ar Raghib, Al Baghawi, dan Al Kirmani, Arafah adalah nama hari kesembilan di bulan Zulhijah. Selain itu, penamaan Arafah dengan pengertian 9 Zulhijah dan pengertian tempat di tanah haram sudah digunakan jauh sebelum disyariatkan haji, bukan karena adanya orang wukuf dalam ibadah haji.
Jadi, ketika kita berpuasa di Indonesia pada 9 Zulhijah (sesuai dengan ketetapan pemerintah), namanya tetap puasa Arafah, bukan puasa Mina, apalagi hanya dengan alasan bahwa orang yang berhaji sedang beribadah di Mina.
Dari sisi pendewasaan umat Islam dalam menghadapi perbedaan, hal itu tidak akan menjadi masalah besar karena sudah terbiasa berbeda. Namun, tetap saja diperlukan kajian kritis dari perspektif sirah dan hadis agar pilihan cerdas yang dilakukan umat Islam Indonesia dalam berpuasa Arafah berpijak pada ilmu. Dengan begitu, ijtihad pilihannya menjadi berpahala, terlepas dari benar atau salahnya. Wallahualam.
*Motivator dan penulis buku spiritual (misbahulhuda63@gmail.com)
Menumbuhkan Jiwa Berkorban
Oleh Said Aqil Siradj, Ketua umum PB NU
BERMULA dari kisah Nabi Ibrahim sebagai lambang tauhid berhadapan dengan kesyirikan yang diwakili ayahnya sendiri dan masyarakatnya. Tatkala kemudian, Nabi Ibrahim pergi meninggalkan negerinya ke selatan dan ini merupakan hijrahnya untuk kali pertama. Baginya, kebenaran lebih berharga daripada kepalsuan yang selama ini sudah berakar dan meracuni pikiran dan hati masyarakat.
Mulanya Ibrahim yang hingga usia lanjut belum juga mendapat keturunan berdoa agar dikaruniai seorang anak yang saleh. Doa Ibrahim terkabul. Tuhan telah menyampaikan berita gembira kepadanya bahwa ia akan mendapat seorang anak laki-laki yang tabah dan siap menderita. Lahirlah Ismail dari rahim seorang ibu yang salehah, yaitu Hajar. Kemudian, Ibrahim beserta keluarga pergi ke suatu daerah di dekat Baitullah.
Allah memang menguji Ibrahim dengan perintah-perintah tertentu dan menyebutkan bahwa rumah Tuhan sebagai tempat berhimpun sekalian manusia, tempat yang aman dan tempat salat. Ibrahim dan Ismail mendapat perintah agar membersihkan tempat itu (dari segala kotoran dan berhala) bagi orang yang akan bertawaf, melakukan iktikaf, ruku, dan sujud.
Ketika Ismail sudah beranjak besar dan bisa berjalan, sang ayah berkata kepada anaknya bahwa ia bermimpi menyembelihnya sebagai kurban. Ibrahim lalu meminta pendapat anaknya. Sang anak menjawab agar mimpi itu dilaksanakan. Ia akan tetap sabar dan tabah. Setelah keduanya berserah diri kepada Allah dan sang anak sudah menerimanya dengan ikhlas, kemudian direbahkan untuk disembelih.
Dengan bertawakal kepada Allah, Ibrahim telah meletakkan landasan agama-agama besar. Karena itu, ditegaskan Ibrahim bukan Yahudi dan bukan Nasrani, tetapi orang yang hanif dan seorang muslim (menyerahkan diri kepada segala perintah Allah) dan yang terpenting, bukan musyrik (Q.S. 3:67).
Demikianlah, tradisi kurban pada setiap Idul Adha yang juga disebut Idul Kurban. Kisah yang mengharukan dan filosofis itu dilukiskan dalam Alquran hanya dalam sepuluh ayat pendek dan di bagian lain sebuah pernyataan yang juga hanya sekitar sepuluh ayat. Yang pertama, kurban adalah simbol pengorbanan demi membela tauhid. Yang kedua, kurban demi membela dan membantu kaum fakir miskin (Q.S. 22:28).
Memang, kurban ini wujudnya berupa hewan yang secara simbolis dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi, konkretnya, ”yang sampai kepada Allah bukan daging dan darahnya, melainkan ketakwaan.” (Q.S. 22:37). Ketakwaan yang menjadi salah satu syarat tersebut tak lain adalah kecintaan kepada Tuhan dan itu menuntut juga untuk mencintai sesama manusia dengan segala perbuatan baik.
Di sini, kita diuji dalam arti lahir, untuk selalu menyantuni masyarakat yang tidak mampu. Begitupun, kita diuji dalam arti batin untuk selalu bersikap sabar dan tabah. Bahkan, secara simbolis anak yang merupakan curahan cinta kasih ibu dan bapak pun harus dikorbankan demi kecintaan kepada sesama manusia yang lebih luas, dengan membuang jauh-jauh sifat egoisme, mementingkan diri sendiri, keluarga, harta, pangkat, dan keturunan.
Rangkaian ibadah haji sesungguhnya memberi arti dengan dimensi yang luas dalam pengertian dan kehidupan agama dan sosial. Isyarat itu menunjukkan bahwa kita mesti berkorban secara rohani, materi, dan fisik.
Berbenah Diri
Setiap muslim dengan keimanan dan kesadarannya ingin berziarah ke Masjidilharam dan Kakbah. Bahkan, tak jarang orang harus berulang-ulang pergi haji. Itu tak lepas dari doa nabi Ibrahim, ”Jadikanlah hati sebagian manusia mencintai mereka.” (Q.S.14:37). Hanya, alangkah indahnya mereka yang sudah berkali-kali pergi haji sesekali menggantinya dengan berkorban membagikan biaya hajinya berikut biaya kurban untuk disedekahkan kepada masyarakat fakir miskin di negeri kita yang secara statistik masih melimpah.
Di sisi lain, kita patut terus bertanya, mengapa di negeri mayoritas muslim ini, korupsi tetap merajalela? Apanya yang salah? Bukankah agama sudah memberikan banyak ritual dan pelatihan spiritual guna meningkatkan keamanahan diri? Bukankah hakikatnya salat, puasa, dan juga ibadah haji kalau ditunaikan secara kontemplatif-reflektif akan melahirkan ”daya ledak” kedirian yang luar biasa sehingga akan bisa meningkatkan potensi diri, disiplin, profesionalitas, kepekaan sosial yang tinggi, dan semangat persatuan atau kebersamaan umat?
Nah, itulah yang perlu terus kita refleksikan dan implementasikan dalam kehidupan nyata agar bisa mendorong untuk mewujudkan perbaikan di segala bidang. Inilah yang dinamakan jihad sesungguhnya, yakni berjihad untuk mempertahankan dan mengungkapkan secara nyata dalam kehidupan profan ini. Jihad jangan dimaknai sebagai ”bunuh diri”. Hidup nyata inilah yang justru menjadi lahan persemaian semangat jihad. Nabi sudah mengingatkan, dunia adalah tempat menyemai bagi akhirat. Mengutip Syekh Muhammad Abduh, Islam adalah din al hayah (agama kehidupan), bukan din al maut (agama kematian). Kalau tidak ada peningkatan kualitas umat, seolah-seolah kita dapat mengatakan, apa pentingnya jumlah jamaah haji Indonesia yang cenderung tiap tahun meningkat ini dengan perbaikan kualitas diri, yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Padahal, setiap perintah agama pasti mengandung inner drive yang akan berguna bagi peningkatan kualitas pribadi dan sosial.
Kalau dulu kita enggan bersedekah, terlalu berhitung dalam beramal, sering mengecoh, berdusta, dan menggunjing atau sombong, sepulang dari pergi haji kita akan lebih dapat memperbaiki diri dan melaksanakan perbuatan yang terpuji. Ibadah haji merupakan medium membangun kesadaran dan tindakan untuk mengubah sifat egois ke sifat altruis. Yakni, semakin mantap dalam berhubungan dengan Allah dan semakin humanis dalam hubungan dengan sesama manusia.
Cara mengerjakan segala amal kebaikan tentu tidak terbatas hanya melalui kurban hewan. Bisa juga melengkapi ibadah dalam bentuk lain, misalnya, dialihkan sebagian berupa sembako atau disesuaikan dengan keperluan mendesak masyarakat fakir miskin di lingkungannya.
Nah, umat Islam sudah waktunya untuk menjadikan momen ini sebagai etos bagi peningkatan lahir dan batin. Kita jadi makin sadar akan makna pengorbanan. Manusia hidup pasti akan berhadapan dengan situasi yang mengharuskannya untuk berkurban. Perintah berkurban di Idul Adha ini sesungguhnya menyodorkan idealisme dan realisme dalam kehidupan manusia. Apalagi, saat ini negeri kita tengah menghadapi banyak persoalan sosial, politik, kemanusiaan, dan keagamaan yang menantang untuk melahirkan jiwa-jiwa yang siap berkorban dengan dedikasi yang dilambari semangat kosmopolitan dan universalitas, bukan sektarian. Jelas sudah, justru dalam situasi pelik inilah, kita bisa merasakan betapa pentingnya pengorbanan demi kemanusiaan. Jadilah, pengorbanan sebagai ”roh” bagi setiap aktivitas manusia. Kita perlu lebih mengedepankan pengorbanan demi menggapai cita-cita bangsa yang adil dan beradab. (*/said_aqiel@yahoo.com)
BERMULA dari kisah Nabi Ibrahim sebagai lambang tauhid berhadapan dengan kesyirikan yang diwakili ayahnya sendiri dan masyarakatnya. Tatkala kemudian, Nabi Ibrahim pergi meninggalkan negerinya ke selatan dan ini merupakan hijrahnya untuk kali pertama. Baginya, kebenaran lebih berharga daripada kepalsuan yang selama ini sudah berakar dan meracuni pikiran dan hati masyarakat.
Mulanya Ibrahim yang hingga usia lanjut belum juga mendapat keturunan berdoa agar dikaruniai seorang anak yang saleh. Doa Ibrahim terkabul. Tuhan telah menyampaikan berita gembira kepadanya bahwa ia akan mendapat seorang anak laki-laki yang tabah dan siap menderita. Lahirlah Ismail dari rahim seorang ibu yang salehah, yaitu Hajar. Kemudian, Ibrahim beserta keluarga pergi ke suatu daerah di dekat Baitullah.
Allah memang menguji Ibrahim dengan perintah-perintah tertentu dan menyebutkan bahwa rumah Tuhan sebagai tempat berhimpun sekalian manusia, tempat yang aman dan tempat salat. Ibrahim dan Ismail mendapat perintah agar membersihkan tempat itu (dari segala kotoran dan berhala) bagi orang yang akan bertawaf, melakukan iktikaf, ruku, dan sujud.
Ketika Ismail sudah beranjak besar dan bisa berjalan, sang ayah berkata kepada anaknya bahwa ia bermimpi menyembelihnya sebagai kurban. Ibrahim lalu meminta pendapat anaknya. Sang anak menjawab agar mimpi itu dilaksanakan. Ia akan tetap sabar dan tabah. Setelah keduanya berserah diri kepada Allah dan sang anak sudah menerimanya dengan ikhlas, kemudian direbahkan untuk disembelih.
Dengan bertawakal kepada Allah, Ibrahim telah meletakkan landasan agama-agama besar. Karena itu, ditegaskan Ibrahim bukan Yahudi dan bukan Nasrani, tetapi orang yang hanif dan seorang muslim (menyerahkan diri kepada segala perintah Allah) dan yang terpenting, bukan musyrik (Q.S. 3:67).
Demikianlah, tradisi kurban pada setiap Idul Adha yang juga disebut Idul Kurban. Kisah yang mengharukan dan filosofis itu dilukiskan dalam Alquran hanya dalam sepuluh ayat pendek dan di bagian lain sebuah pernyataan yang juga hanya sekitar sepuluh ayat. Yang pertama, kurban adalah simbol pengorbanan demi membela tauhid. Yang kedua, kurban demi membela dan membantu kaum fakir miskin (Q.S. 22:28).
Memang, kurban ini wujudnya berupa hewan yang secara simbolis dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi, konkretnya, ”yang sampai kepada Allah bukan daging dan darahnya, melainkan ketakwaan.” (Q.S. 22:37). Ketakwaan yang menjadi salah satu syarat tersebut tak lain adalah kecintaan kepada Tuhan dan itu menuntut juga untuk mencintai sesama manusia dengan segala perbuatan baik.
Di sini, kita diuji dalam arti lahir, untuk selalu menyantuni masyarakat yang tidak mampu. Begitupun, kita diuji dalam arti batin untuk selalu bersikap sabar dan tabah. Bahkan, secara simbolis anak yang merupakan curahan cinta kasih ibu dan bapak pun harus dikorbankan demi kecintaan kepada sesama manusia yang lebih luas, dengan membuang jauh-jauh sifat egoisme, mementingkan diri sendiri, keluarga, harta, pangkat, dan keturunan.
Rangkaian ibadah haji sesungguhnya memberi arti dengan dimensi yang luas dalam pengertian dan kehidupan agama dan sosial. Isyarat itu menunjukkan bahwa kita mesti berkorban secara rohani, materi, dan fisik.
Berbenah Diri
Setiap muslim dengan keimanan dan kesadarannya ingin berziarah ke Masjidilharam dan Kakbah. Bahkan, tak jarang orang harus berulang-ulang pergi haji. Itu tak lepas dari doa nabi Ibrahim, ”Jadikanlah hati sebagian manusia mencintai mereka.” (Q.S.14:37). Hanya, alangkah indahnya mereka yang sudah berkali-kali pergi haji sesekali menggantinya dengan berkorban membagikan biaya hajinya berikut biaya kurban untuk disedekahkan kepada masyarakat fakir miskin di negeri kita yang secara statistik masih melimpah.
Di sisi lain, kita patut terus bertanya, mengapa di negeri mayoritas muslim ini, korupsi tetap merajalela? Apanya yang salah? Bukankah agama sudah memberikan banyak ritual dan pelatihan spiritual guna meningkatkan keamanahan diri? Bukankah hakikatnya salat, puasa, dan juga ibadah haji kalau ditunaikan secara kontemplatif-reflektif akan melahirkan ”daya ledak” kedirian yang luar biasa sehingga akan bisa meningkatkan potensi diri, disiplin, profesionalitas, kepekaan sosial yang tinggi, dan semangat persatuan atau kebersamaan umat?
Nah, itulah yang perlu terus kita refleksikan dan implementasikan dalam kehidupan nyata agar bisa mendorong untuk mewujudkan perbaikan di segala bidang. Inilah yang dinamakan jihad sesungguhnya, yakni berjihad untuk mempertahankan dan mengungkapkan secara nyata dalam kehidupan profan ini. Jihad jangan dimaknai sebagai ”bunuh diri”. Hidup nyata inilah yang justru menjadi lahan persemaian semangat jihad. Nabi sudah mengingatkan, dunia adalah tempat menyemai bagi akhirat. Mengutip Syekh Muhammad Abduh, Islam adalah din al hayah (agama kehidupan), bukan din al maut (agama kematian). Kalau tidak ada peningkatan kualitas umat, seolah-seolah kita dapat mengatakan, apa pentingnya jumlah jamaah haji Indonesia yang cenderung tiap tahun meningkat ini dengan perbaikan kualitas diri, yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Padahal, setiap perintah agama pasti mengandung inner drive yang akan berguna bagi peningkatan kualitas pribadi dan sosial.
Kalau dulu kita enggan bersedekah, terlalu berhitung dalam beramal, sering mengecoh, berdusta, dan menggunjing atau sombong, sepulang dari pergi haji kita akan lebih dapat memperbaiki diri dan melaksanakan perbuatan yang terpuji. Ibadah haji merupakan medium membangun kesadaran dan tindakan untuk mengubah sifat egois ke sifat altruis. Yakni, semakin mantap dalam berhubungan dengan Allah dan semakin humanis dalam hubungan dengan sesama manusia.
Cara mengerjakan segala amal kebaikan tentu tidak terbatas hanya melalui kurban hewan. Bisa juga melengkapi ibadah dalam bentuk lain, misalnya, dialihkan sebagian berupa sembako atau disesuaikan dengan keperluan mendesak masyarakat fakir miskin di lingkungannya.
Nah, umat Islam sudah waktunya untuk menjadikan momen ini sebagai etos bagi peningkatan lahir dan batin. Kita jadi makin sadar akan makna pengorbanan. Manusia hidup pasti akan berhadapan dengan situasi yang mengharuskannya untuk berkurban. Perintah berkurban di Idul Adha ini sesungguhnya menyodorkan idealisme dan realisme dalam kehidupan manusia. Apalagi, saat ini negeri kita tengah menghadapi banyak persoalan sosial, politik, kemanusiaan, dan keagamaan yang menantang untuk melahirkan jiwa-jiwa yang siap berkorban dengan dedikasi yang dilambari semangat kosmopolitan dan universalitas, bukan sektarian. Jelas sudah, justru dalam situasi pelik inilah, kita bisa merasakan betapa pentingnya pengorbanan demi kemanusiaan. Jadilah, pengorbanan sebagai ”roh” bagi setiap aktivitas manusia. Kita perlu lebih mengedepankan pengorbanan demi menggapai cita-cita bangsa yang adil dan beradab. (*/said_aqiel@yahoo.com)
Penderitaan Saudara Kita di Palestina Belum Berakhir
Saudara kita di Palestina terutama di Gaza masih belum menikmati
indahnya iedul adha. Betapa tidak, selain kehancuran yang dikibatkan
invasi mematikan beberapa waktu lalu. Kini mereka masih dalam tekanan
Israel karena masi blokade di perbatasan.
perekonomian Palestina yang kini hancur hanya bisa pulih kembali, jika Israel melonggarkan semua blokade ekonomi di wilayah Palestina. Demikian disebutkan dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh badan PBB untuk perdagangan dan perkembangan, UNCTAD.
Ekonomi Palestina sudah mengalami kelumpuhan jauh sebelum Israel melancarkan operasi militernya bulan Juli dan Agustus lalu, kata para ahli PBB. Alasan utama adalah blokade yang dilakukan Israel selama bertahun-tahun.
Kemiskinan, pengangguran massal dan kelangkaan pangan adalah dampak langsung dari politik blokade Israel, tulis tim ahli UNCTAD.
Dengan kerusakan parah di Jalur Gaza setelah perang, situasi makin sulit lagi bagi 1,8 juta penduduk Gaza. Mereka sekarang terisolasi dari dunia luar.
Selain itu, Israel terus mencaplok secara sepeihak dengan membangun pemukiman Yahudi di wilayah Jarussalem, Palestina.
Kita semua terutama PBB telah gagal menciptakan perdamaian dunia karena masih ada penindasan. Adanya hukum rimba seperti itu karena sifat hewani dalam manusia yang tidak lagi membedakan kebenaran dan kenyataan.
The Post by Cyber Dakwah
perekonomian Palestina yang kini hancur hanya bisa pulih kembali, jika Israel melonggarkan semua blokade ekonomi di wilayah Palestina. Demikian disebutkan dalam laporan terbaru yang dikeluarkan oleh badan PBB untuk perdagangan dan perkembangan, UNCTAD.
Ekonomi Palestina sudah mengalami kelumpuhan jauh sebelum Israel melancarkan operasi militernya bulan Juli dan Agustus lalu, kata para ahli PBB. Alasan utama adalah blokade yang dilakukan Israel selama bertahun-tahun.
Kemiskinan, pengangguran massal dan kelangkaan pangan adalah dampak langsung dari politik blokade Israel, tulis tim ahli UNCTAD.
Dengan kerusakan parah di Jalur Gaza setelah perang, situasi makin sulit lagi bagi 1,8 juta penduduk Gaza. Mereka sekarang terisolasi dari dunia luar.
Selain itu, Israel terus mencaplok secara sepeihak dengan membangun pemukiman Yahudi di wilayah Jarussalem, Palestina.
Kita semua terutama PBB telah gagal menciptakan perdamaian dunia karena masih ada penindasan. Adanya hukum rimba seperti itu karena sifat hewani dalam manusia yang tidak lagi membedakan kebenaran dan kenyataan.
The Post by Cyber Dakwah
PESAN SOSIAL DALAM IDUL ADHA
Oleh : Ahmad Mu’takif Billah*
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ (3)
“Sesungguhnya Kami telah
memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah salat karena
Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu
dialah yang terputus”(al-Kautsar: 1-3)
Dua interpretasi ayat yang penting
diketahui. Pertama, maksud dari kata “berkorbanlah” ialah menyembelih
hewan kurban sebagai ibadah (al-Ubudiyah) dan mensyukuri nikmat Allah Swt. Sedangkan makna kedua, tafsir kata “terputus” yaitu terputus dari rahmat Allah Swt.
Satu persoalan yang amat mengganjal
dibenak penulis. Mengenai ulasan pesan-pesan sosial Idul Adha yang masih
dimaknai apa adanya. Mereka yang menghadiri acara dan mendengarkan
ceramah, hanya sebatas acara tradisi religi saja tanpa merenungi
subtansi hikmahnya. Semestinya mereka mampu meneladani dan
mengaktualisasikannya dalam dunia nyata yakni sebagai titik akhir
kesalehan sosial mereka menuju suatu perubahan.
Misalnya hikmah sejarah Nabi Ibrahim A.S
dan Nabi Ismail A.S, dihayati sepenuh hati. Antara lain; sifat
kesabaran, keberanian, kemantapan hati serta keikhlasannya dalam
berkorban. Walaupun tingkat perubahannya tidak menyamai seperti para
Nabi pilihan, minimal kita bisa bertahap memetik sejarah tersebut
sebagai aplikasi pesan-pesan sosialnya di masyarakat.
Ada beberapa langkah perubahan sosial yang
paling esensi. Salah satu yang dapat dipetik dari pesan-pesan sosial
Idul Adha bagi kehidupan masyarakat. Pertama, kontinuitas (keberlangsungan) ajaran tauhit (akidah), usaha kita dalam mendekatkan diri (at-Taqarrub) kepada Allah Swt. Tujuannya adalah memantapkan keyakinan hati (al-Iman)
terhadap ajaran agama serta ikhlas dalam menjalaninya: tanpa ada
tendensi lain. Karena dua tujuan ini termasuk puncak pengabdian seorang
hamba mendapat ridla-Nya.
Kedua, Idul Adha moment dalam penentasan kemiskinan kaum du’afâ’ (lemah).
Yakni memberikan harta (hewan sembelihan) kepada mereka yang berhak,
dimana tujuannya semata-mata menolong dan meringankan beban mereka di
dunia dan mengharap pahala kelak di akhirat. Program pemerintah mengenai
penentasan kemiskinan ini, ternyata masih dipandang kurang berjalan
maksimal. Oleh sebab itu, masyarakat penting dijejali kesadaran agama (al-Muhâsabah an-Nafsiyyah) sehingga terjadi saling mengkorelasi baik antara agama dan negara.
Kemudian mengenai pembahasan status pemberian daging hewan kurban yang diberikan, hal tersebut hampir sama dengan praktek shadaqah ataupun zakat, namun waktunya saja yang berbeda: pada intinya pemberian. Barangkali shadaqah
masuk dalam kategori pengertian umum yakni pemberian cuma-cuma,
sementara berkurban, hibah harta atau hadiah masuk dalam ranah
pengertian khusus. Hukum berkurban adalah anjuran kuat (sunnah muakkadah). Dalam al-Qur’an disenyalir “maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkorbanlah”(Al-Kaustar: 01-03). Selanjutnya
untuk memaksimalkan cara pengelolaan dan pengembangannya, maka harus
diserahkan dan ditangani langsung oleh tokoh agama sekaligus pemerintah
secara khusus.
Ketiga, mengkaji historitas agama.
Salah satu solusi perubahan sosial keagamaan dapat ditempuh dengan
perenungan terhadap peristiwa-peristiwa sejarah para Nabi terdahulu
serta mulia bilamana berhasil diaktualisasikan dalam bentuk nyata. Oleh
sebab itu, sifat optimis, kesadaran dalam beragama harus terus dipompa
dengan cara berlatih (bi al-Riyadhah). Sebab sumber kesuksesan
sebenarnya tergantung pada usaha perubahan dari dirinya sendiri, sedikit
bergantung pada orang lain. Optimis dalam arti mampu mempertahankan
kesucian (sakralitas) agama dan sejarah para Nabi (al-Sîrah al-Nabawiyyah) yang seringkali tak terpikirkan. Sehingga pada akhirnya tercipta insan berpikir, berdzikir dan beramal sholeh.
Keempat, membangun sikap dermawan
dan cinta kasih. Nilai derajat ataupun pangkat seseorang dapat dinilai
dari sifat yang dimilikinya: dalam sebuah hadist Nabi disenyalir :“qîmatul mar’iy akhlâquhu”,
nilai seseorang dapat dilihat dari budi pekertinya. Orang tersebut
dipandang “baik” karena perilakunya yang “baik”, begitu juga sebaliknya.
Kanjeng Nabi Muhammad Saw disenangi banyak kaumnya karena beliau sering
bergaul dengan anak-anak kecil begitu juga para sahabat sampai
kelihatan gigi gerahamnya. Ini menandakan betapa antusiasnya beliau
dalam berinteraksi sosial: cinta sesama. Beliau juga berkorban (hubungan
vertikal) dan mencintai sesama (hubungan horizontal) karena ada anjuran
agama agar juga ditiru oleh seluruh umatnya.
Di hari perayaan besar ini kita sempatkan
berkasih sayang kepada yang lebih muda dan menghormati kepada yang
lebih tua, Nabi Muhammad bersabda: “laysa minna man lam yarhan shoghîrana wa lam yuwaqqir kabîrana”,
bukan golongan kami; dia yang tidak menyayangi yang lebih muda dan
tidak menghormati yang lebih tua. Selain dari itu, kita bisa
memperbanyak amal jariyah, dengan tujuan membantu meringankan beban
mereka yang sengsara hingga mereka bisa senang dan gembira. Tidak karena
ingin dipuja (riya’), akan tetapi tulus menolong mereka.
Kelima, menjalin ukhuwah Islâmiyyah.
Agama Islam mengajarkan kepada umatnya mengibarkan bendera perdamaian,
persaudaraan, dan saling harga menghargai antara satu dengan yang
lainnya. Ukhuwah Islâmiyyah dapat kita terapkan melalui hubungan
silaturrahim (halal-bihalal), mengucapkan salam ketika bertemu,
berjabatan tangan, dan murah senyum. Islam sangat menjaga nilai-nilai
etika manusia dalam bergaya hidup.
Walhashil, hal-hal yang bersifat remeh jangan sampai kita tinggalkan atau enggan dilakukan. Benar pepatah mengatakan, “
jangan engkau meremehkan sesuatu yang dianggap kecil, terkadang jarum
baju yang kecil itu juga dapat mengeluarkan bersimbahanya darah
seseorang”. Maka dari itu, setiap gejala kehidupan yang terjadi
harus kita pikirkan dan renungi faidahnya walaupun hal itu bersifat
abstrak. Sebab Tuhan menciptakan segalanya sesuatunya di muka bumi ini
tak ada sia-sia.afalatatafakkarun…
*Penulis adalah: Santri Ma’had Aly Sukorejo Situbondo.
Fenomena Langit Mengagumkan Sepanjang Bulan Oktober
Menyaksikan keindahan tata surya dengan penuh makna, bahwa Allah
adalah Dzat Maha Besar yang kebesarannya tidak akan mampu di nalar oleh
oleh kita. Keindahan dan berbagai fenomena alam dalam tata surya
bagaimana kita jadikan pendekatan diri pada Dzat Sang Pencipta alam
semesta.
Astronom sekaligus Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin kepada Liputan6.com. Jumat (3/10/2014), mengatakan, beberapa fenomena langit yang bisa disaksikan sepanjang Oktober 2014, yakni:
1. Gerhana Bulan Total
Pada gerhana bulan total ini, bulan akan terlihat kemerahan seperti berdarah. Ini karena bulan tertutup oleh bayangan bumi namun cahaya matahari terbiaskan hingga menimbulkan kesan kemerah-merahan.
Fenomena ini terjadi pada 8 Oktober 2014. Thomas mengatakan, gerhana bulan ini mulai terjadi pada pukul 16.15 WIB. Namun untuk wilayah Indonesia barat, seperti Jakarta, tak bisa melihat awal mula terjadinya gerhana lantaran bulan ketika itu belum terbit.
Gerhana total baru terjadi pada pukul
17.25-18.24 WIB. Dan secara
keseluruhan gerhana berakhir pada 19.34 WIB. Wilayah Indonesia barat
baru bisa menyaksikan gerhana ini ketika gerhana total sudah terjadi.
Namun untuk wilayah timur Indonesia dapat menyaksikan keseluruhan proses
gerhana bulan total ini.
“Seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya seperti mengamati purnama,” kata Thomas.
2. Hujan Meteor Orionids
Hujan meteor ini bisa diamati dari Indonesia. Karena ketika puncak peristiwa ini terjadi pada 21 Oktober 2014, bulan tengah tua alias tak purnama.
Akan ada 15 meteor yang jatuh per jamnya. Bentuknya seperti atraksi bintang jatuh. Thomas memprediksi, beberapa di antara meteor itu ada yang berukuran cukup besar.
3. Hujan Meteor Draconids
Berbeda dengan Orionids, hujan meteor draconids puncaknya terjadi pada 7 Oktober 2014. Hujan meteor draconids ini merupakan hujan meteor di langit utara.
Namun Thomas mengatakan, fenomena ini bakal sulit diamati dari Indonesia. Karena hujan meteor ini termasuk kecil skalanya. Ditambah lagi pada 8 Oktober terjadi purnama. Jadi luncuran meteor bakal terhalang oleh cahaya bulan yang terang benderang.
“Hujan meteor dikalahkan cahaya bulan,” ujar Thomas.
4. Jupiter dan Mars Terang Benderang
Bulan ini, beberapa planet bisa dilihat dengan mata telanjang. Salah satunya Jupiter. Cahaya planet terbesar di tata surya ini sangat terang sekali.
Jupiter bisa dilihat mulai dari dini hari hingga subuh menjelang dari langit timur. “Kebetulan posisinya memungkinkan cahaya yang kuat. Posisinya hampir dekat dengan Matahari,” papar Thomas.
Selain Jupiter, planet lain yang juga cukup terang pada bulan ini adalah Mars. Planet yang sering disebut kembaran Bumi ini bisa dilihat mulai pukul 22.00 WIB hingga subuh.
“Tergolong paling terang, ciri warnanya merah,” ujar dia.
Saturnus juga tak mau kalah. Planet bercincin ini kondisinya cukup terang pada bulan ini. Meski begitu, Saturnus harus dilihat menggunakan bantuan teleskop agar cincinnya nampak. Jika tidak menggunakan teleskop, Saturnus hanya terlihat seperti titik cahaya bintang saja.
Sementara Planet Uranus tergolong redup penampakannya. Namun dia tetap bisa dilihat sepanjang malam meski harus menggunakan teleskop. (sumber)
Post by Cyber Dakwah
Astronom sekaligus Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin kepada Liputan6.com. Jumat (3/10/2014), mengatakan, beberapa fenomena langit yang bisa disaksikan sepanjang Oktober 2014, yakni:
1. Gerhana Bulan Total
Pada gerhana bulan total ini, bulan akan terlihat kemerahan seperti berdarah. Ini karena bulan tertutup oleh bayangan bumi namun cahaya matahari terbiaskan hingga menimbulkan kesan kemerah-merahan.
Fenomena ini terjadi pada 8 Oktober 2014. Thomas mengatakan, gerhana bulan ini mulai terjadi pada pukul 16.15 WIB. Namun untuk wilayah Indonesia barat, seperti Jakarta, tak bisa melihat awal mula terjadinya gerhana lantaran bulan ketika itu belum terbit.
Gerhana total baru terjadi pada pukul
“Seluruh wilayah Indonesia bisa mengamatinya seperti mengamati purnama,” kata Thomas.
2. Hujan Meteor Orionids
Hujan meteor ini bisa diamati dari Indonesia. Karena ketika puncak peristiwa ini terjadi pada 21 Oktober 2014, bulan tengah tua alias tak purnama.
Akan ada 15 meteor yang jatuh per jamnya. Bentuknya seperti atraksi bintang jatuh. Thomas memprediksi, beberapa di antara meteor itu ada yang berukuran cukup besar.
3. Hujan Meteor Draconids
Berbeda dengan Orionids, hujan meteor draconids puncaknya terjadi pada 7 Oktober 2014. Hujan meteor draconids ini merupakan hujan meteor di langit utara.
Namun Thomas mengatakan, fenomena ini bakal sulit diamati dari Indonesia. Karena hujan meteor ini termasuk kecil skalanya. Ditambah lagi pada 8 Oktober terjadi purnama. Jadi luncuran meteor bakal terhalang oleh cahaya bulan yang terang benderang.
“Hujan meteor dikalahkan cahaya bulan,” ujar Thomas.
4. Jupiter dan Mars Terang Benderang
Bulan ini, beberapa planet bisa dilihat dengan mata telanjang. Salah satunya Jupiter. Cahaya planet terbesar di tata surya ini sangat terang sekali.
Jupiter bisa dilihat mulai dari dini hari hingga subuh menjelang dari langit timur. “Kebetulan posisinya memungkinkan cahaya yang kuat. Posisinya hampir dekat dengan Matahari,” papar Thomas.
Selain Jupiter, planet lain yang juga cukup terang pada bulan ini adalah Mars. Planet yang sering disebut kembaran Bumi ini bisa dilihat mulai pukul 22.00 WIB hingga subuh.
“Tergolong paling terang, ciri warnanya merah,” ujar dia.
Saturnus juga tak mau kalah. Planet bercincin ini kondisinya cukup terang pada bulan ini. Meski begitu, Saturnus harus dilihat menggunakan bantuan teleskop agar cincinnya nampak. Jika tidak menggunakan teleskop, Saturnus hanya terlihat seperti titik cahaya bintang saja.
Sementara Planet Uranus tergolong redup penampakannya. Namun dia tetap bisa dilihat sepanjang malam meski harus menggunakan teleskop. (sumber)
Post by Cyber Dakwah
DAFTAR DESA DAN KECAMATAN DI KAB. BANGKALAN
BERASAL DARI MANAKAH KALIAN???
Kecamatan Arosbaya
- Kelurahan/Desa Arosbaya (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Balung (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Batonaong (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Berbeluk (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Buduran (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Cendagah (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Dlemer (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Glagah (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Karang Duwak (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Karang Pao (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Lajing (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Makam Agung (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Mangkon (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Ombul (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Pandan Lanjang (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Plakaran (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Tambegan (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Tengket (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Arosbaya (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Balung (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Batonaong (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Berbeluk (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Buduran (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Cendagah (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Dlemer (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Glagah (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Karang Duwak (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Karang Pao (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Lajing (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Makam Agung (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Mangkon (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Ombul (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Pandan Lanjang (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Plakaran (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Tambegan (Kodepos : 69151)
- Kelurahan/Desa Tengket (Kodepos : 69151)
Kecamatan Bangkalan
- Kelurahan/Desa Bancaran (Kodepos : 69112)
- Kelurahan/Desa Pejagan (Kodepos : 69112)
- Kelurahan/Desa Sabiyan (Kodepos : 69113)
- Kelurahan/Desa Gebang (Kodepos : 69114)
- Kelurahan/Desa Demangan (Kodepos : 69115)
- Kelurahan/Desa Pangeranan (Kodepos : 69115)
- Kelurahan/Desa Kemayoran (Kodepos : 69116)
- Kelurahan/Desa Mlajah (Kodepos : 69116)
- Kelurahan/Desa Sembilangan (Kodepos : 69118)
- Kelurahan/Desa Ujung Piring (Kodepos : 69118)
- Kelurahan/Desa Keraton (Kodepos : 69119)
- Kelurahan/Desa Kramat (Kodepos : 69119)
- Kelurahan/Desa Mertajasah (Kodepos : 69119)
- Kelurahan/Desa Bancaran (Kodepos : 69112)
- Kelurahan/Desa Pejagan (Kodepos : 69112)
- Kelurahan/Desa Sabiyan (Kodepos : 69113)
- Kelurahan/Desa Gebang (Kodepos : 69114)
- Kelurahan/Desa Demangan (Kodepos : 69115)
- Kelurahan/Desa Pangeranan (Kodepos : 69115)
- Kelurahan/Desa Kemayoran (Kodepos : 69116)
- Kelurahan/Desa Mlajah (Kodepos : 69116)
- Kelurahan/Desa Sembilangan (Kodepos : 69118)
- Kelurahan/Desa Ujung Piring (Kodepos : 69118)
- Kelurahan/Desa Keraton (Kodepos : 69119)
- Kelurahan/Desa Kramat (Kodepos : 69119)
- Kelurahan/Desa Mertajasah (Kodepos : 69119)
Kecamatan Blega
- Kelurahan/Desa Alasraja (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Bates (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Blega (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Blegaoloh (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Gigir (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kajan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kampao (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karang Gayam (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karang Panasan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karangnangka (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karpote (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kojolan (Ko'olan) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lomaer (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lombang Daya (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lombang Laok (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Nyor Manis (Nyormanes) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Pangeran Gedungan (Gadungan) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Panjalinan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Rosep (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Alasraja (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Bates (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Blega (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Blegaoloh (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Gigir (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kajan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kampao (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karang Gayam (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karang Panasan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karangnangka (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Karpote (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Kojolan (Ko'olan) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lomaer (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lombang Daya (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Lombang Laok (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Nyor Manis (Nyormanes) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Pangeran Gedungan (Gadungan) (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Panjalinan (Kodepos : 69174)
- Kelurahan/Desa Rosep (Kodepos : 69174)
Kecamatan Burneh
- Kelurahan/Desa Alas Kembang (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Arok (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Benangkah (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Binoh (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Burneh (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Jambu (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Kapor (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Langkap (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Pangolangan (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Perreng (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Sobih (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Tonjung (Tunjung) (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Alas Kembang (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Arok (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Benangkah (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Binoh (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Burneh (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Jambu (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Kapor (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Langkap (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Pangolangan (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Perreng (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Sobih (Kodepos : 69121)
- Kelurahan/Desa Tonjung (Tunjung) (Kodepos : 69121)
Kecamatan Galis
- Kelurahan/Desa Bangpendah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Banjar (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Banyubunih (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Belateran (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Daleman (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Galis (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kajuanak (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kelbung (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kranggan Timur (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Lantek Barat (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Lantek Temor (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Longkek (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Paka'an Laok (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Pakaan Daya (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Paterongan (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Pekadan (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Sadah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Separah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Sorpa (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Telagah (Tlagah) (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Tellok (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Bangpendah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Banjar (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Banyubunih (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Belateran (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Daleman (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Galis (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kajuanak (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kelbung (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Kranggan Timur (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Lantek Barat (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Lantek Temor (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Longkek (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Paka'an Laok (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Pakaan Daya (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Paterongan (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Pekadan (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Sadah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Separah (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Sorpa (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Telagah (Tlagah) (Kodepos : 69173)
- Kelurahan/Desa Tellok (Kodepos : 69173)
Kecamatan Geger
- Kelurahan/Desa Banyoneng Dajah (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Banyoneng Laok (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Batobella (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Campor (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Dabung (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Geger (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kampak (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Katol Barat (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kombangan (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kompol (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Lerpak (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Tagubang (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Tegerpriyah (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Banyoneng Dajah (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Banyoneng Laok (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Batobella (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Campor (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Dabung (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Geger (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kampak (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Katol Barat (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kombangan (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Kompol (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Lerpak (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Tagubang (Kodepos : 69152)
- Kelurahan/Desa Tegerpriyah (Kodepos : 69152)
Kecamatan Kamal
- Kelurahan/Desa Binajuh (Banyu Ajuh) (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Anyar (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Barat (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Timur (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Kamal (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Kebun (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Pendabah (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tajungan (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tanjung Jati (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tellang (Telang) (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Binajuh (Banyu Ajuh) (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Anyar (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Barat (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Gili Timur (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Kamal (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Kebun (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Pendabah (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tajungan (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tanjung Jati (Kodepos : 69162)
- Kelurahan/Desa Tellang (Telang) (Kodepos : 69162)
Kecamatan Klampis
- Kelurahan/Desa Bantean (Banteyan) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bator (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bragang (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Buluk Agung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bulung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Karang Asem (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Klampis Barat (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Klampis Timur (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Ko'ol (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Larangan Glintong (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Larangan Sorjan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Lergunong (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Manonggal (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Mrandung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Muarah (Moarah) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Panyaksagan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Polongan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Ra'as (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tenggun Daya (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tobaddung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tolbuk (Tolluk) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Trogan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bantean (Banteyan) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bator (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bragang (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Buluk Agung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Bulung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Karang Asem (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Klampis Barat (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Klampis Timur (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Ko'ol (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Larangan Glintong (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Larangan Sorjan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Lergunong (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Manonggal (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Mrandung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Muarah (Moarah) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Panyaksagan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Polongan (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Ra'as (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tenggun Daya (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tobaddung (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Tolbuk (Tolluk) (Kodepos : 69153)
- Kelurahan/Desa Trogan (Kodepos : 69153)
Kecamatan Kokop
- Kelurahan/Desa Amparaan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Banda Soleh (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Bandang Laok (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Batokorogan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Dupok (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Durjan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Katol Timur (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Kokop (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Lembung Gunung/Gunong (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Mandung (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Mano'an (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Tlokoh (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Tramok (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Amparaan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Banda Soleh (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Bandang Laok (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Batokorogan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Dupok (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Durjan (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Katol Timur (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Kokop (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Lembung Gunung/Gunong (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Mandung (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Mano'an (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Tlokoh (Kodepos : 69155)
- Kelurahan/Desa Tramok (Kodepos : 69155)
Kecamatan Konang
- Kelurahan/Desa Bandung (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Batokaban (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Campor (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Cangkarman (Cangkareman) (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Durin Barat (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Durin Timur (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Galis Daya/Dajah (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Genteng (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Kanegarah (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Konang (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Pakes (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Sambiyan (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Sen Asen (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Bandung (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Batokaban (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Campor (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Cangkarman (Cangkareman) (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Durin Barat (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Durin Timur (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Galis Daya/Dajah (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Genteng (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Kanegarah (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Konang (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Pakes (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Sambiyan (Kodepos : 69175)
- Kelurahan/Desa Sen Asen (Kodepos : 69175)
Kecamatan Kwanyar
- Kelurahan/Desa Batah Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Batah Timur (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Dlemer (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Duwek Buter (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Gunong/Gunung Sereng (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Janteh (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Karang Anyar (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Karang Entang/Gentang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Ketetang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Kwanyar Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Morombuh (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pandanan (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Paoran (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pasanggrahan (Pesanggrahan) (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sumur Kuning (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Tebul (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Batah Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Batah Timur (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Dlemer (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Duwek Buter (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Gunong/Gunung Sereng (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Janteh (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Karang Anyar (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Karang Entang/Gentang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Ketetang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Kwanyar Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Morombuh (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pandanan (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Paoran (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pasanggrahan (Pesanggrahan) (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sumur Kuning (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Tebul (Kodepos : 69163)
Kecamatan Labang
- Kelurahan/Desa Ba'engas (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Bringin (Bringen) (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Bunajih (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Jukong (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Kesek (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Labang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Morkepek (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pangpong (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Petapan (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sendang Daya/Dajah (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sendang Laok (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sukolilo Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sukolilo Timur (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Ba'engas (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Bringin (Bringen) (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Bunajih (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Jukong (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Kesek (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Labang (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Morkepek (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Pangpong (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Petapan (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sendang Daya/Dajah (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sendang Laok (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sukolilo Barat (Kodepos : 69163)
- Kelurahan/Desa Sukolilo Timur (Kodepos : 69163)
Kecamatan Modung
- Kelurahan/Desa Alaskokon (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Brakas Dajah (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Glisgis (Gligis) (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Karanganyar (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Kolla (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Langpanggang (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Manggaan (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Modung (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Neroh (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Paeng (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Pakong (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Pangpajung (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Patengteng (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Patereman (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Srabi/Serabi Barat (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Srabi/Serabi Timur (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Suwaan (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Alaskokon (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Brakas Dajah (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Glisgis (Gligis) (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Karanganyar (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Kolla (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Langpanggang (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Manggaan (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Modung (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Neroh (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Paeng (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Pakong (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Pangpajung (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Patengteng (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Patereman (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Srabi/Serabi Barat (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Srabi/Serabi Timur (Kodepos : 69166)
- Kelurahan/Desa Suwaan (Kodepos : 69166)
Kecamatan Sepulu
- Kelurahan/Desa Bangsereh (Kodepos
: 69154)
- Kelurahan/Desa Banyior (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Gangseyan (Gengseyan) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Gunelap (Genelap) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Kelbung (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Klabetan (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Klapayan (Klapaian) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Labuhan (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Lembung Paseser (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Maneron (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Prancak (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Saplasah (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Sepulu (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Tanah Gurah Barat (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Tanah Gurah Temor (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Banyior (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Gangseyan (Gengseyan) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Gunelap (Genelap) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Kelbung (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Klabetan (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Klapayan (Klapaian) (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Labuhan (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Lembung Paseser (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Maneron (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Prancak (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Saplasah (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Sepulu (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Tanah Gurah Barat (Kodepos : 69154)
- Kelurahan/Desa Tanah Gurah Temor (Kodepos : 69154)
Kecamatan Socah
- Kelurahan/Desa Bilaporah (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Buluh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Dakiring (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Jaddih (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Junganyar (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Keleyan (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Parseh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Pernajuh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Petaonan (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Sanggra/Sanggar Agung (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Socah (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Bilaporah (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Buluh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Dakiring (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Jaddih (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Junganyar (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Keleyan (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Parseh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Pernajuh (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Petaonan (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Sanggra/Sanggar Agung (Kodepos : 69161)
- Kelurahan/Desa Socah (Kodepos : 69161)
Kecamatan Tanah Merah
- Kelurahan/Desa Baipajung (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Basanah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Batangan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Buddan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dlambah Dajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dlambah Laok (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dumajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Jangkar (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Kendaban (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Kranggan Barat (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Landak (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Mrecah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pacentan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Padurungan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pangeleyan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Patemon (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Petrah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pettong (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Poter (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Rongdurin (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tanah Merah Dajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tanah Merah Laok (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tlomar (Tlomor) (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Baipajung (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Basanah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Batangan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Buddan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dlambah Dajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dlambah Laok (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Dumajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Jangkar (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Kendaban (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Kranggan Barat (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Landak (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Mrecah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pacentan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Padurungan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pangeleyan (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Patemon (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Petrah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Pettong (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Poter (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Rongdurin (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tanah Merah Dajah (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tanah Merah Laok (Kodepos : 69172)
- Kelurahan/Desa Tlomar (Tlomor) (Kodepos : 69172)
Kecamatan Tanjungbumi
- Kelurahan/Desa Aeng Tabar (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bandang Dayah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Banyu Sangkah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bumi Anyar (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bungkeng (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Larangan Timur (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Macajah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Paseseh (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Planggiran (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tagungguh (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tambak Pocok (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tanjung Bumi (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Telaga/Tlaga Biru (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tlangoh (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Aeng Tabar (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bandang Dayah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Banyu Sangkah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bumi Anyar (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Bungkeng (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Larangan Timur (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Macajah (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Paseseh (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Planggiran (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tagungguh (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tambak Pocok (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tanjung Bumi (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Telaga/Tlaga Biru (Kodepos : 69156)
- Kelurahan/Desa Tlangoh (Kodepos : 69156)
Kecamatan Tragah
- Kelurahan/Desa Alang Alang (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Bajeman (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Bancang (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Banyu Beseh (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Dukotambin (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Jaah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Jaddung (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Karang Leman/Lemen (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Kemoneng (Kemoning) (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Keteleng (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Masaran (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pacangan (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pamorah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pocong (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Soket Dajah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Soket Laok (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Tambin (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Tragah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Alang Alang (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Bajeman (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Bancang (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Banyu Beseh (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Dukotambin (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Jaah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Jaddung (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Karang Leman/Lemen (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Kemoneng (Kemoning) (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Keteleng (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Masaran (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pacangan (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pamorah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Pocong (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Soket Dajah (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Soket Laok (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Tambin (Kodepos : 69165)
- Kelurahan/Desa Tragah (Kodepos : 69165)
Langganan:
Postingan (Atom)







