Selasa, 28 Oktober 2014

Optimisme Buah dari Iman

 KEMATIAN pasti ada, tapi kehidupan masih berlanjut. Kebohongan mungkin saja berkuasa, tapi yakinlah hakikat kebenaran tidak akan pernah mati. Kegelapan mungkin saja menyelimuti dunia, namun percayalah cahaya akan menggantikannya.


Optimisme itu penting. Dengan optimisme semuanya akan berjalan menuju hakikat kehidupan dan hakikat cahaya. Perubahan untuk menjadi yang lebih baik jangan hanya menjadi motto, mulailah sejak saat ini menjadi bagian dari perubahan itu sendiri. Orang yang tidak mau mengubah dirinya menjadi lebih posisitif adalah haram untuk melafalkan kata perubahan dalam setiap pidatonya.

Optimisme adalah bagian dari buah iman. Orang yang pesimis menjalani hidup, sama saja dengan meragukan kemahakuasaan Allah yang dengan meyakinkan menyatakan: "Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu," "hanyasanya kalau Allah berkenan menciptakan sesuatu, cukup dengan mengucap KUN (Jadilah) maka ia akan menjadi (FAYAKUUN)," sebelum kata KUN itu berakhir."
Katakanlah hari ini "saya yakin Allah bersama saya dan saya yakin saya bisa konsisten menjalankan perintahNya, sehingga saya yakin bahwa saya berada dalam pengaturanNya yang pasti indah." Salam optimis.
* Penulis: Prof. DR. KH.Imam Mawardi
(Pengasuh Pon-Pes Alif Lam Mim, Surabaya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar