Ananda Moch.
Firmansyah Bin Abah Sutamad menuliskan kata-kata indah: “Sometimes we just
need someone who is like a pencil with an eraser, to write happiness and to
erase all the sadness.” (Kadang kala kita hanya butuh seseorang yang
seperti pensil lengkap dengan penghapusnya, untuk menuliskan kebahagiaan dan
menghapus semua kesedihan).
Sayangnya,
seringkali yang hadir kepada kita adalah orang yang menuliskan penderitaan dan
menghapuskan kebahagiaan. Hati-hatilah mencari teman, lihatlah akhlaknya
sebelum melihat atribut lainnya, perhatikan ibadahnya sebelum memperhatikan apa
yang dimilikinya, telitilah pergaulannya sebelum meneliti pekerjaannya.
Mereka yang
akhlaknya bagus, tutur kata dan akhlaknya indah dalam kesederhanaan, tidak
melebihkan dan mengurangi, ibadahnya bagus dan istiqamah, serta pergaulannya
dengan orang-orang baik itu adalah orang-orang yang layak masuk nominasi
persahabatan dengan kita. Istikharahlah, Allah akan membimbing menuju
persahabatan yang membahagiakan di dunia dan akhirat kelak.
Mereka yang
terlalu banyak bicara dengan gaya mensucikan dan meninggikan diri, seakan
menjadi orang yang hebat dalam segala-galanya, pergaulannya dengan para
pembohong, penebar janji dan jago maksiat, serta tidak istiqamah dalam ibadah
adalah mereka yang harus kita berhati-hati berdekatan dan bersama dengan mereka
tang tak layak menjadi sahabat. Beristighfarlah dan mintalah perlindungan
kepada Allah.
Dunia kita ini
penuh sandiwara. Hati-hatilah karena yang ditampilkan kadang bukan realita yang
sebenarnya. Banyak orang alim yang selalu diam tafakkur yang disangka bodoh,
banyak orang yang selalu bicara penuh argumen tidak jelas yang dianggap pintar.
Banyak orang kaya yang penampilannya biasa saja, sebagaimana banyak orang
miskin yang biasa-biasa saja namun berpenampilan kaya walaupun hasil pinjaman.
Ahhh, jangan bersandiwara lah, tampillah apa adanya. Salam, AIM
Penulis : Prof. Dr. KH. Ahmad Imam Mawardi
(Pengasuh Pon-Pes Alif Laam Miim Surabaya).
Posted by : Al-Afkar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar