Saya sampaikan pada jamaah saya: "Andaikan kita menyenangi kitab
hadits Shahih Bukhari sebagaimana kita menyukai Nasi Bukhari, maka tak
perlu waktu lama untuk menjadi ahli hadits." Sayangnya adalah bahwa kita
kebanyakan makan nasi bukhari, tapi tak pernah menela'ah kitab hadits
shahih bukhari itu. Akibatnya adalah kita tak penah menjadi ahli hadits,
melainkan hanya menjadi ahli hadats. Dari sisi kata, hanya beda satu
huruf yakni i dan a, namun dari sisi makna berbeda sekali.
Imam
Bukhari itu hebat. Beliau itu semangat, tekun, alim dan wara'. Beliau
itu santun, penuh etika dan tak pernah mengeluh. Salah satu modal utama
yang dimiliki beliau yang menjadikan beliau itu luar biasa adalah
seorang ibu yang ahli ibadah yang tak pernah lupa mendoakan puteranya
ini. Peran ibu dalam kehidupan seorang anak adalah fakta sejarah yang
tak terbantahkan. Bukan berarti peran bapak tidak penting, melainkan
bahwa peran ibu jangan dinomerduakan.
Dalam konteks ini saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh KH.
Maimun Zubair, kiai sepuh yang semoga senantiasa dipanjangkan umurnya
dalam kesehatan dan pengabdian untuk Islam. Beliau suatu saat berkata:
"Kalau kamu mencari istri, carilah wanita yang ahli ibadah, karena
bagaimana anakmu nanti adalah sangat dipengaruhi oleh istrimu. Kalau
terpaksa istrimu itu adalah orang yang gemar duniawi, maka kamulah yang
harus menjadi ahli ibadah dan ahli tirakat." Kira-kira begitu terjemahan
bebas nasehat beliau yang disampaikan dalam bahasa Jawa.
Apa
makna nasehat itu? Bagaimana ibadah orang tua adalah sungguh menjadi
salah satu menentu bagaimana kehidupan anaknya kelak. Karena itu, kalau
cari istri, jangan lupa untuk juga melihat bagaimana ibadah calon
mertua. Jangan lagi berkata: "yang akan kukawini adalah anaknya, bukan
ibunya." ucapan ini tak perlu dikatakan, karena kalau mau ngawini ibunya
pasti akan dibentak bapaknya. Salam, AIM.
*) Penulis: Prof. DR. KH. Ahmad Imam Mawardi
(Pengasuh Pon-Pes Alif Lam Mim, Surabaya)
(Pengasuh Pon-Pes Alif Lam Mim, Surabaya)
Posted by: Al-Afkar


Tidak ada komentar:
Posting Komentar