Selasa, 06 Oktober 2015

PANDAI-PANDAILAH CARI CALON !!!

Saya sampaikan pada jamaah saya: "Andaikan kita menyenangi kitab hadits Shahih Bukhari sebagaimana kita menyukai Nasi Bukhari, maka tak perlu waktu lama untuk menjadi ahli hadits." Sayangnya adalah bahwa kita kebanyakan makan nasi bukhari, tapi tak pernah menela'ah kitab hadits shahih bukhari itu. Akibatnya adalah kita tak penah menjadi ahli hadits, melainkan hanya menjadi ahli hadats. Dari sisi kata, hanya beda satu huruf yakni i dan a, namun dari sisi makna berbeda sekali.
Imam Bukhari itu hebat. Beliau itu semangat, tekun, alim dan wara'. Beliau itu santun, penuh etika dan tak pernah mengeluh. Salah satu modal utama yang dimiliki beliau yang menjadikan beliau itu luar biasa adalah seorang ibu yang ahli ibadah yang tak pernah lupa mendoakan puteranya ini. Peran ibu dalam kehidupan seorang anak adalah fakta sejarah yang tak terbantahkan. Bukan berarti peran bapak tidak penting, melainkan bahwa peran ibu jangan dinomerduakan.

Dalam konteks ini saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh KH. Maimun Zubair, kiai sepuh yang semoga senantiasa dipanjangkan umurnya dalam kesehatan dan pengabdian untuk Islam. Beliau suatu saat berkata: "Kalau kamu mencari istri, carilah wanita yang ahli ibadah, karena bagaimana anakmu nanti adalah sangat dipengaruhi oleh istrimu. Kalau terpaksa istrimu itu adalah orang yang gemar duniawi, maka kamulah yang harus menjadi ahli ibadah dan ahli tirakat." Kira-kira begitu terjemahan bebas nasehat beliau yang disampaikan dalam bahasa Jawa.
 
Apa makna nasehat itu? Bagaimana ibadah orang tua adalah sungguh menjadi salah satu menentu bagaimana kehidupan anaknya kelak. Karena itu, kalau cari istri, jangan lupa untuk juga melihat bagaimana ibadah calon mertua. Jangan lagi berkata: "yang akan kukawini adalah anaknya, bukan ibunya." ucapan ini tak perlu dikatakan, karena kalau mau ngawini ibunya pasti akan dibentak bapaknya.  Salam, AIM.



*) Penulis: Prof. DR. KH. Ahmad Imam Mawardi
(Pengasuh Pon-Pes Alif Lam Mim, Surabaya)

Posted by: Al-Afkar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar